NASA Gunakan Pesawat Rusia untuk Kirim Astronot ke ISS, Ini Alasannya

Dini Listiyani ยท Kamis, 15 Oktober 2020 - 12:05 WIB
NASA Gunakan Pesawat Rusia untuk Kirim Astronot ke ISS, Ini Alasannya

NASA kirim astronot gunakan pesawat luar angkasa Rusia (Foto: NASA)

CALIFORNIA, iNews.id - Program Commercial Crew NASA akhirnya memberikan hasil yang nyata. Namun, NASA tetap meluncurkan astronotnya menaiki pesawat luar angkasa Rusia ke luar angkasa.

Fakta astronot NASA Kate Rubins menaiki pesawat luar angkasa Rusia ke laboratorium yang mengorbit memang tampak aneh. Tapi, sebenarnya sudah direncanakan sejak lama.

NASA berharap agar mitra awak komersial dan pesawat luar angkasa mereka siap digunakan jauh lebih awal dari 2020. Lalu, saat SpaceX dan Boeing terlambat dari jadwal, mereka bergegas untuk mengamankan kursi di atas kendaraan luar angkasa Rusia.

Tujuannya untuk memastikan kehadiran Amerika Serikat yang berkelanjutan di stasiun luar angkasa. Perjalanan yang baru saja dilakukan Rubins ke ISS sebenarnya terakhir dari perjalanan yang telah diatur sebelumnya, sebagaimana dikutip dari BGR, Kamis (15/10/2020).

NASA membayar biaya besar ke badan antariksa Roscosmos Rusia untuk badan mengangkut astronot ke luar angkasa. Ini merupakan salah satu alasan utama NASA membuang begitu banyak uang ke SpaceX dan Boeing untuk memproduksi pesawat luar angkasa yang dapat digunakan kapan pun diperlukan.

SpaceX perusahaan pertama yang menunaikan janji. Crew Dragon tampil seperti yang diharapkan dan segera diluncurkan pada misi resmi pertamanya dengan penuh astronot di dalamnya.

Boeing telah berjuang lebih keras, dengan kesalahan yang menggagalkan upaya perusahaan mengirim misi tanpa awak ke International Space Station (ISS) dengan pesawat luar angkasa Starliner.

Kini, perusahaan harus menyelesaikan percobaan ulang dari misi tanpa awak itu. Lalu, meluncurkan uji terbang berawak ke ISS sebelum NASA mensertifikasi peswat luar angkasa dan mulai menggunakannya secara teratur.

Jadi untuk saat ini, Crew Dragon menjadi sandaran NASA untuk membawa astronotnya ke luar angkasa dan kembali, terutama usai misi terakhir Soyuz ini selesai.

Editor : Dini Listiyani