NASA Khawatir soal Masalah Kualitas Kontrol Starliner Boeing

Dini Listiyani ยท Rabu, 29 Juli 2020 - 15:05 WIB
NASA Khawatir soal Masalah Kualitas Kontrol Starliner Boeing

NASA khawatir soal masalah kualitas kontrol Starliner Boeing (Foto: NASA)

CALIFORNIA, iNews.id - NASA pertama kali memilih Boeing dan SpaceX untuk memimpin pengembangan pesawat luar angkasa baru. Boieng awalnya disinyalir menyelesaikan pesawat luar angkasa lebih dulu dibanding SpaceX, tapi kenyataannya berbeda.

SpaceX maju lebih awal dan menyelesaikan uji terbang dengan baik. Pada akhirnya, perusahaan antariksa milik Elon Musk ini mengirim sepasang astronot NASA ke International Space Station (ISS) dengan sukses.

Sementara itu, Boeing masih mengembangkan pesawat luar angkasa Starliner. Bahkan, dalam penerbangan uji coba Starliner gagal mencapai stasiun luar angkasa.

Analisis independen NASA terhadap program Starliner menghasilkan sejumlah besar masalah yang perlu dipecahkan. Laporan itu mencakup lusinan rekomendasi yang ingin ditanggapi NASA sebelum Boeing mencoba meluncurkan lagi.

Seperti yang dilaporkan SpaceflightNow, NASA tetap skeptis dan mungkin sedikit khawatir Boeing benar-benar memperbaiki masalah tepat waktu. Meskipun ada kemajuan yang ditimbulkan, sebagaimana dikutip dari BGR, Rabu (28/7/2020).

“Yang pasti dan pada kenyataannya dapat diukur, panel terus khawatir mengenai masalah kualitas kontrol yang tampaknya telah mengganggu program kru komersial Boeing. Kami menyadari Commercial Crew Program (CCP) telah bekerja dengan komunitas keselamatan dan teknis untuk mengatasi masalah ini. Tapi, ini masih merupakan masalah yang akan terus diawasi oleh panel saat Orbital Flight Tes (OFT) dan kemudian Crewed Flight Test (CFT) dilakukan,” kata member Aerospace Safety Advisory Panel NASA Donald McErlean.

Karena masalah dengan uji penerbangan Starliner yang pertama, Boeing sekarang akan dipaksa mencoba lagi misi itu sebelum NASA mengizinkan para astronot untuk menginjakkan kaki di dalam pesawat luar angkasa.  Jika uji penerbangan tanpa awak berjalan dengan baik, misi kru pertama akan mencakup trio astronot dalam perjalanan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Setelah itu, pesawat ruang angkasa harus kembali ke Bumi dengan aman sebelum NASA dapat mensertifikasi untuk penggunaan reguler.

Editor : Dini Listiyani