Pendidikan Vokasi Pertanian Dituntut Adaptif, PEPI Siapkan SDM Kuasai Teknologi
JAKARTA, iNews.id - Perkembangan teknologi di sektor pertanian membuat kebutuhan terhadap sumber daya manusia (SDM) dengan keterampilan teknis ikut meningkat. Kondisi tersebut mendorong pendidikan vokasi pertanian untuk terus beradaptasi agar lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga mampu menerapkan teknologi di lapangan.
Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menjadi salah satu institusi yang diarahkan untuk menyiapkan SDM dengan kompetensi tersebut. Pendidikan yang diberikan tidak lepas dari kebutuhan sektor pertanian terhadap tenaga yang memahami alat dan mesin pertanian, mekanisasi, otomasi, serta berbagai inovasi teknologi.
Direktur PEPI Harmanto mengatakan, penguatan kelembagaan dibutuhkan agar institusinya dapat menjalankan tugas dan fungsi pendidikan vokasi secara lebih optimal, terutama dalam menyiapkan SDM di bidang enjiniring pertanian.

"Kebutuhan sektor pertanian terhadap SDM yang menguasai teknologi terus berkembang. Karena itu, PEPI perlu memperkuat kapasitasnya dalam menyiapkan lulusan yang memahami alat dan mesin pertanian, mekanisasi, otomasi, teknologi, serta berbagai inovasi yang mendukung modernisasi pertanian," kata Harmanto.
Upaya memperkuat kapasitas tersebut salah satunya dilakukan melalui pengajuan peningkatan eselonisasi kelembagaan PEPI dari Eselon III menjadi Eselon II. Usulan itu dibahas saat jajaran PEPI melakukan audiensi dengan Pemerintah Provinsi Banten di Kantor Gubernur Banten, Selasa (15/9/2026).