Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Apa Itu Rathalos inagami, Laba-Laba Hantu Pertama di Indonesia? Ini Karakternya
Advertisement . Scroll to see content

Penelitian Baru Ungkap Gunung Berapi Bukan Penyebab Kepunahan Dinosaurus

Minggu, 19 Januari 2020 - 05:10:00 WIB
Penelitian Baru Ungkap Gunung Berapi Bukan Penyebab Kepunahan Dinosaurus
Ilustrasi dinosaurus (Foto: Science Photo Librabry RM)
Advertisement . Scroll to see content

Para peneliti memeriksa fosil laut kecil untuk mengetahui lebih lanjut tentang suhu lautan dan perubahan siklus karbon pada saat kepunahan. Fosil mikroskopis ini diekstrasi dari dasar laut dekat Newfoundland di Kanada, membawa catatan geologis saat dinosaurus punah yang dikenal sebagai batas K-Pg.

Tim kemudian mengembangkan model iklim yang menunjukkan efek pelepasan karbon dioksida dari letusan gunung berapi. Hasilnya menunjukkan emisi gas vulkanik terjadi 200.000 tahun sebelum peristiwa K-Pg.

"Dengan memfokuskan pada efek dari gas yang dilepaskan dibandingkan batu yang ditinggalkan oleh letusan Deccan, kami menemukan vulkanisme mulai dan berakhir jelas sebelum kepunuhan massal. Artinya, gunung berapi bukan pendorong peristiwa kepunahan massal," kata Profesor Paul Wilson dari University of Southampton dan salah satu penulis studi.

Model iklim menunjukkan aktivitas vulkanik hanya menyebabkan pemanasan global bertahap sekitar dua derajat. Jadi, pemanasan tidak memilik efek signifikan pada ekosistem laut.

"Kepunuhan K-Pg adalah massal dan ini sangat mengubah siklus karbon global. Hasil kami menunjukkan perubahan ini akan memungkinkan lautan menyerap sejumlah besar CO2 pada skala waktu yang lama, mungkin menyembunyikan efek pemanasan dari vulkanisme setelah kejadian tersebut," ujar Donal Penman, rekan pascadoktoral di Universitas Yale dan rekan penulis studi.

Para peneliti percaya gas vulkanik mungkin telah memainkan peran penting dalam membentuk kebangkitan berbagai spesies setelah kepunahan. "Vulkanisme Deccan mungkin telah berkontribusi untuk membentuk (munculnya spesies Kenozikum dan komunitas) selama kepunahan setelahnya," kata penulis.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut