Penjelasan LAPAN soal Kepemilikan Meteorit yang Jatuh di Sumut

Fikri Kurniawan ยท Jumat, 20 November 2020 - 12:19 WIB
Penjelasan LAPAN soal Kepemilikan Meteorit yang Jatuh di Sumut

Meteorit langka jatuh di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. (Foto: The Sun)

JAKARTA, iNews.id - Meteorit yang jatuh di Sumatera Utara (Sumut) tengah menjadi perbincangan publik. Bagaimana tidak, sang penemu menjual batu luar angkasa tersebut kepada kolektor asal Amerika Serikat seharga Rp200 juta.

Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) akhirnya memberikan penjelasan terkait status kepemilikan meteorit tersebut. Karena, banyak masyarakat yang keheranan atas pasifnya sikap otoritas nasional.

LAPAN menjelaskan, secara umum meteorit bisa dimiliki oleh setiap orang yang menemukannya, kecuali ada nilai ilmiah atau terkait keamanan dan keselamatan yang perlu ditindaklanjuti oleh LAPAN.

"Meteorit yang jatuh di daerah Tapanuli, Provinsi Sumatera Utara sama seperti umumnya meteorit," kata LAPAN melalui laman resminya, Jumat (20/11/2020).

Meteorit bukan benda berbahaya. Dari segi ukuran, meteorit yang jatuh di daerah Tapanuli itu juga bukan sesuatu hal yang istimewa. Oleh karena itu, LAPAN tidak menindaklanjuti temuan tersebut.

LAPAN menjelaskan, berdasarkan peraturan yang berlaku, benda jatuh antariksa telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan pada Pasal 58 dan 59. Pada pasal 58, yang termasuk benda jatuh antariksa ada 2 jenis, yaitu benda alamiah (meteorit) dan benda buatan manusia (sampah antariksa).

Benda jatuh antariksa adalah benda dari luar angkasa yang memasuki atmosfer Bumi hingga ketinggian kurang dari 120 km. Ada yang terbakar habis di atmosfer akibat gesekannya, dan ada juga yang sampai ke permukaan bumi.

Awalnya, benda jatuh antariksa hanya benda-benda alami seperti meteorit. Namun, sejak dilakukannya peluncuran roket, benda jatuh antariksa dapat juga berupa benda buatan. Benda buatan yang jatuh ke Bumi adalah bagian dari sampah antariksa karena tidak memiliki fungsi lagi.

Sedangkan meteorit adalah batuan antariksa yang berasal dari batuan di tata surya yang terdiri dari pecahan asteorid, komet, atau batuan tata surya lainnya. Meteorit biasa jatuh di suatu tempat di Bumi.

Meteorit umumnya tidak berbahaya, kecuali dampak tumbukannya ketika jatuh ke Bumi tetapi sangat kecil kemungkinan mengenai manusia. Sedangkan sampah antariksa memiliki potensi bahaya dari kandungannya, seperti sisa bahan bakar yang beracun atau muatan nuklir.

Meteorit tidak dipantau oleh LAPAN, karena lintasannya tidak dapat diprakirakan. Sedangkan, sampah antariksa dipantau oleh LAPAN karena lintasannya dapat diprakirakan.

Editor : Dini Listiyani

Halaman : 1 2 Tampilkan Semua