Pertama Kali, Astronom Deteksi Cahaya dari Tabrakan Black Hole

Dini Listiyani ยท Jumat, 26 Juni 2020 - 20:14 WIB
Pertama Kali, Astronom Deteksi Cahaya dari Tabrakan Black Hole

Konsep dua black hole tertanam di gas disk (Foto: Caltech/R. Hurt/IPAC)

CALIFORNIA, iNews.id - Para astronom telah melihat kilatan cahaya dari tabrakan dua black hole untuk pertama kalinya. Benda-benda itu bertemu dan bergabung 7,5 miliar tahun cahaya jauhnya dalam pusaran materi panas yang berputar-putar di sekitar supermassive black hole yang lebih besar.

Pusaran materi ini disebut disk akresi dan mengorbit event horizon, titik di mana gravitasi begitu kuat, sehingga cahaya sekalipun tidak bisa lepas. Itu sebabnya, para ilmuwan beluhm pernah melihat dua black hole bertabrakan.

Dengan tidak ada cahaya, mereka hanya bisa mengidentifikasi merger seperti itu melalui gelombang gravitasi mereka, riak dalam spacetime diciptakan oleh tumbukan benda besar.

Albert Einstein pertama kali memprediksi fenomena itu. Tapi, dia tidak berpikir gelombang gravitasi akan terdeteksi. Mereka tampak terlalu lemah untuk mengambil Bumi di tengah semua kebisingan dan getaran.

Selama 100 tahun, Einstein tampaknya benar. Tapi, pada 2015, sepasang mesin di Washington dan Louisiana mendeteksi gelombang gravitasi pertama mereka, sinyal dari penggabungan dua black hole sekitar 1,3 miliar tahun cahaya, sebagaimana dikutip dari Science Alert, Jumat (26/6/2020).

Penemuan ini membuka bidang astronomi baru dan mendapatkan hadih Nobel dalam bidang fisika bagi para peneliti yang membantu memahami proyek yang disebut Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (LIGO).

Kin, untuk pertama kalinya, para ilmuwan telah mencocokan tabrakan black hole yang terdeteksi oleh LIGO dengan letusan cahaya, sesuatu yang sebelumnya tampak mustahil karena black hole tidak memancarkan cahaya apa pun.

Para peneliti berpikir begitu dua black hole bergabung bersama, kekuatan tabrakan mengirim black hole yang baru terbentuk meluncur melalui gas disk akresi di sekitar lubang hitam yang lebih besar.

"Ini adalah reaksi gas terhadap peluru yang melaju cepat ini yang menciptakan suar terang, terlihat dengan teleskop," kata seorang astronom di tim California Institute of Technology Barry McKernan.

Para peneliti mempublikasikan temuan mereka dalam jurnal Physical Review Letters. Mereka berharap melihat suar lain dari black hole yang sama dalam beberapa tahun saat itu diharapkan untuk masuk kembali disk akresi lubang hitam supermasif.

Editor : Dini Listiyani