Pohon Keruing Berstatus Hampir Punah, Begini Upaya Penyelamatannya
JAKARTA, iNews.id - Pada momen Hari Keanekaragaman Hayati, masyarakat diingatkan Indonesia kaya akan flora dan fauna. Tapi, faktanya ribuan tanaman sekarang terancam punah.
1.070 tanaman dilaporkan terancam punah. Untuk menanggulangi masalah ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan upaya konservasi hingga penanaman kembali. Saat ini, BRIN mencatat setidaknya 1.070 tanaman di Indonesia yang statusnya hampir punah.
Salah satunya Dipterocarpus cinereus atau dikenal sebagai Keruing. Padahal pohon berbatang itu pada 1998 pernah ditetapkan sebagai tanaman punah, tapi direvisi Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN).
"Status pohon Keruing diganti dari punah menjadi critical in danger pada 2018," kata Andes Hamuraby Rozak Kepala PR Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya dan Kehutanan BRIN.
Upaya positif yang dilakukan untuk menyelamatkan tanaman Keruing ini adalah melakukan ekspedisi ke habitat alami tanaman tersebut. Lalu, berupaya menaman kembali dari induk tanaman yang tersisa.
"Dengan begitu, eksistensi pohon Keruing yang adalah rumah bagi jamur, lumut, burung, atau epifit dapat terjaga, yang pada akhirnya mempertahankan lingkaran ekosistem di habitat alaminya," ujar Andes.
Pada Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia 2023 dilakukan penanaman pohon Keruing di KST Soekarno, di Cibinong, Jawa Barat. Keruing diharapkan dapat banyak tumbuh di Indonesia hingga akhirnya berstatus selamat dari kepunahan.
Editor: Dini Listiyani