Rumput Memiliki Bau Khas, Ini Alasannya
JAKARTA, iNews.id - Rumput atau lapangan hijau yang baru dipotong memiliki bau yang khas. Namun, sebenarnya tidak banyak yang mengetahui apa yang dicium saat menghirup aroma rumput segar?
Secara kimiawi, bau rumput klasik itu adalah campuran udara dari senyawa berbasis karbon yang disebut green leaf volatiles (GLV). Tumbuhan sering melepas molekul-molekul ini saat dirusak oleh serangga, infeksi, atau kekuatan mekanis seperti mesin pemotong rumput.
Tanaman membuat bentuk GLV yang sedikit berbeda, tergantung pada apa yang terjadi dengan mereka. Dalam sebuah penelitian 2010 yang diterbitkan dalam jurnal Science, ahli ekologi tanaman Ian Baldwin dan rekannya Silke Allmann dari Universitas Amsterdam menemukan, daun tembakau yang bergesekan dengan air liur serangga melepaskan buket yang berbeda dari senyawa yang mudah menguap dibandingkan daun yang ditusuk.
GLV cukup kecil untuk dibawa ke udara dan mengapung ke lubang hidung manusia. Dalam beberapa kasus, mereka bisa dideteksi lebih dari satu mil dari tempat asalnya. Spesies lain, seperti serangga yang memakan tanaman dan pemangsa yang memakan serangga itu, sangat peka terhadap aroma GLV yang berbeda.
Misalnya, Baldwin dan Allmann menemukan serangga pemangsa Geocoris bug tertarik pada GLV yang dikeluarkan oleh tanaman yang dikunyah hama yang disebut tobacco harnworm. Dengan kata lain, aroma spesifik dari tanaman yang terkepung menunjukkan kepada pemangsa ada camilan di dekatnya.