Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Profil James D Watson, Ilmuwan Penemu Struktur DNA yang Sempat Diboikot Lembaga Riset
Advertisement . Scroll to see content

Rumput Memiliki Bau Khas, Ini Alasannya

Senin, 13 Mei 2019 - 05:01:00 WIB
Rumput Memiliki Bau Khas, Ini Alasannya
Rumput memiliki Bau khas, ini alasannya (Foto: Shutterstock)
Advertisement . Scroll to see content

Manusia biasanya tidak memakan rumput atau serangga yang disebutkan di atas. Tapi, GLV yang dilepaskan oleh rumput tidak jauh berbeda dengan tanaman menurut manusia berbau enak. Artinya manusia punya alasan kuat untuk peka terhadap mereka.

"Hampir semua sayuran segar memiliki beberapa buket GLV. Sepanjang sejarah evolusi, kami telah menggunakan informasi itu untuk mengetahui kapan sesuatu matang," kata Baldwin yang dikutip dari Live Science, Senin (13/5/2019).

Sejauh yang diketahui Baldwin, tidak ada yang spesifik untuk rumput yang membuatnya lebih enak dibandingkan tanaman lain. Tapi, manusia cenderung memotongnya, melukai banyak jaringan tanaman sekaligus dan melepaskan awan terkonsentrasi dari GLV.

Dengan lahan sekitar 40 juta hektar di seluruh Amerika Serikat yang berdekatan, memotong sering kali menjadi peluang terbaik untuk menemukan aroma hijau segar. Orang-orang yang tinggal di dekat perkebunan teh di China, kata Baldwin, mungkin mendapatkan perasaan yang sama dari aroma panen teh.

Tumbuhan itu sendiri juga bisa mengenali dan merespons aroma udara ini. Jika buket GLV menunjukkan tanaman tetangga kehilangan puncak berbunga, misalnya, tanaman bisa memindahkan gula dan sumber daya lainnya ke akarnya, serta menjauh dari bunganya.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut