Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sering Overthinking Bisa Jadi Tanda IQ Tinggi? Ini Penjelasan Dokter
Advertisement . Scroll to see content

Sering Overthinking Jangan Minder, Bisa Jadi Otakmu Lebih Cerdas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:40:00 WIB
Sering Overthinking Jangan Minder, Bisa Jadi Otakmu Lebih Cerdas
Penelitian menemukan adanya keterkaitan antara skor IQ yang lebih tinggi dengan kecenderungan overthinking hingga memicu rasa cemas. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sering overthinking atau terlalu banyak memikirkan sesuatu jangan langsung dianggap sebagai kelemahan. Sebuah penelitian yang dibagikan dokter sekaligus edukator kesehatan, dr Adam Prabata, menunjukkan adanya hubungan antara tingkat kecerdasan dengan kecenderungan berpikir berlebihan yang dapat memicu kecemasan.

Temuan tersebut merujuk pada penelitian ilmiah berjudul "The Relationship between Intelligence and Anxiety: An Association with Subcortical White Matter Metabolism".

"Apakah benar orang yang overthinking itu cenderung lebih cerdas? Ada penelitian menarik mengenai hal ini," tulis dr Adam melalui akun Threads miliknya, dikutip Rabu (12/8/2026).

Menurut dr Adam, penelitian tersebut menemukan adanya keterkaitan antara skor IQ yang lebih tinggi dengan kecenderungan overthinking hingga memicu rasa cemas.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa orang dengan IQ lebih tinggi berasosiasi dengan kecenderungan untuk overthinking, yang berujung pada munculnya kecemasan atau anxiety," ujarnya.

Dia menjelaskan, penelitian tersebut secara khusus membahas gangguan kecemasan menyeluruh atau generalized anxiety disorder (GAD). Kondisi ini ditandai dengan rasa cemas yang berlebihan dan sulit dikendalikan.

"Pada penelitian ini, gangguan kecemasan yang dimaksud adalah generalized anxiety disorder (gangguan kecemasan menyeluruh). Bagi mereka yang mengalaminya, semakin tinggi IQ, maka gejala cemas yang muncul cenderung semakin berat dan sering," kata dr Adam.

Ada Peran Aktivitas Otak

Fenomena tersebut juga dikaitkan dengan proses biologis di dalam otak. dr Adam menyebut aktivitas zat choline memiliki kaitan dengan mekanisme yang berhubungan dengan kecemasan sekaligus fungsi intelegensi.

Temuan ini memberikan sudut pandang berbeda terhadap kebiasaan overthinking. Kebiasaan memikirkan banyak kemungkinan secara mendalam tidak selalu harus dipandang sebagai sebuah kekurangan.

"Dari jurnal ini kita belajar bahwa overthinking itu bukan cacat atau kekurangan, melainkan bisa jadi produk dari otak yang terbiasa menghasilkan analisis mendalam," ujarnya.

Meski demikian, bukan berarti setiap orang yang sering overthinking otomatis memiliki IQ tinggi. Hubungan yang ditemukan dalam penelitian tidak dapat digunakan sebagai patokan untuk menentukan kecerdasan seseorang.

Overthinking juga dapat menjadi masalah ketika pikiran yang berlebihan membuat seseorang sulit menjalani aktivitas sehari-hari atau mengendalikan rasa cemas. Karena itu, kemampuan mengelola kecemasan tetap penting agar kebiasaan berpikir mendalam dapat diarahkan menjadi sesuatu yang produktif.

"Selama kecemasannya bisa dikendalikan, harusnya IQ yang relatif tinggi tersebut bisa diarahkan ke sesuatu yang lebih baik," ucapnya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut