Teknologi Baru Bakal Ubah Air Asin di Mars Jadi Oksigen

Dini Listiyani · Kamis, 03 Desember 2020 - 10:26:00 WIB
Teknologi Baru Bakal Ubah Air Asin di Mars Jadi Oksigen
Teknologi Baru Bakal Ubah Air Asin di Mars Jadi Oksigen (Foto: NASA)

CALIFORNIA, iNews.id - Mars mempunyai air tapi sebagian besar membeku dan sisanya bercampur garam, sehingga tidak berguna bagi astronot masa depan yang akan mendarat di Planet Merah. Kini, para ilmuwan mempunyai solusi untuk masalah tersebut.

Tim dari Washington University di St. Louise telah mengembangkan sistem pengubah air yang tidak bisa digunakan menjadi bahan bakar dan oksigen. Sistem ini menggunakan listrik untuk memecah air asin menjadi oksigen dan hidrogen.

Menariknya, ini telah terbukti beroperasi di atmosfer Mars pada -33 derajat Fahrenheit. Pengelektrolisis air garam ini juga menghasilkan oksigen 25 kali lebih banyak dibanding Mars Oxygen In-Situ Resource Utilization Experiment NASA yang diluncurkan dengan Mars 2020 ke Planet Merah Juli lalu.

“Alat pengelektrolisis air garam Mars kami secara radikal mengubah kalkulus logistik misi ke Mars dan sekitarnya. Teknologi ini sama-sama berguna di Bumi di mana dia membuka lautan sebagai sumber oksigen dan bahan bakar yang layak,” kata Vijay Ramani dari Washington University yang dikutip dari Daily Mail, Kamis (3/12/2020).

Perangkat ini dirancang dengan dua sisi. Satu membelah air untuk membentuk ion hidroksil dan yang lainnya membelah lagi untuk menghasilkan oksigen. Teknologi tersebut saat ini ada di Bumi, tapi mahal dan tidak dapat menahan suhu beku Mars.

Ramani dan timnya mulai membuat versi portabel yang akan terus beroperasi di Planet Merah dan dapat berfungsi tanpa perlu memanaskan atau memurnikan sumber air.

Shrihari Sankarasubramanian, seorang ilmuwan peneliti dalam kelompok Ramani dan penulis pertama makalah tersebut, mengatakan, ‘Paradoksnya, perklorat terlarut dalam air, yang disebut kotoran, sebenarnya membantu dalam lingkungan seperti Mars. Mereka mencegah air membeku dan juga meningkatkan kinerja sistem pengelektrolis dengan menurunkan hambatan listrik.'

Editor : Dini Listiyani

Halaman : 1 2