Teleskop Luar Angkasa Hubble Temukan Supernova Jenis Baru

Okezone ยท Rabu, 15 Juli 2020 - 19:01 WIB
Teleskop Luar Angkasa Hubble Temukan Supernova Jenis Baru

Hubble temukan supernova jenis baru (Foto: Spacetelescope)

JAKARTA, iNews.id - Teleskop luar angkasa Hubble terus memberikan informasi menarik mengenai tata surya. Teleskop Hubble NASA belum lama ini menemukan katai putih aneh.

Inti bintang yang terbakar habis dari bintang bermassa rendah yang mampu bertahan seperti yang dimiliki supernova parsial, mengutip Forbes. Hal tersebut menyebabkan katai putih ini termasuk penemuan jenis supernova termonuklir yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Boris Gaensicke, seorang astrofisika di University of Warwick di Inggris dalam pengamatannya mengatakan, hanya bintang katai putih tertentu yang memiliki massa 40 persen dari Matahari untuk mencapai pengapian termonuklir.

Dalam buku teks Thermonuclear Type 1a Supernovae, katai putih mendapatkan materi yang cukup dari bintang pendamping sehingga dia memulai fusi termonuklir di intinya. Ketika telah melebihi batas (materi dari bintang pendamping) di mana dia dapat tetap stabil dan meledak seperti supernova yang biasa terlihat.

Namun, berbeda dari kebanyakan supernova Tipe 1a, katai putih kali ini SDSS J1240 + 6710, yang terletak hampir 1.200 tahun cahaya di konstelasi Draco, tampaknya telah kehilangan banyak massanya dan hanya menghasilkan supernova parsial.

Ledakan pertama yang diciptakan katai putih menghasilkan mekanisme katapel simultan yang mengirim dua benda yang mengorbit ke arah yang berlawanan dengan kecepatan tinggi. Akibatnya, J1240 + 6710 bagian katai putih yang setengah terbakar dari bintang biner sekarang meluncur melalui Bima Sakti kita dengan kecepatan 900.000 km per jam.

Selanjutnya hasil pengamatan dari catatan Universitas Warwick, yang dirinci dalam Monthly Notices of the Royal Astronomical Society (MNRAS) mendeteksi adanya karbon, natrium, dan aluminium di atmosfer bintang yang dihasilkan dalam reaksi termonuklir pertama supernova. Namun, adanya ketidaklengkapan dari ‘iron group’ unsur, besi, nikel, krominium, dan mangan yang menunjukkan bahwa bintang tersebut hanya melalui supernova parsial.

Editor : Dini Listiyani