Titan Menjauhi Saturnus Setiap Tahun, Temuan Bantu Peneliti Pahami Planet

Dini Listiyani · Jumat, 12 Juni 2020 - 19:34 WIB
Titan Menjauhi Saturnus Setiap Tahun, Temuan Bantu Peneliti Pahami Planet

Titan menjauhi Saturnus (Foto: NASA)

CALIFORNIA, iNews.id - Titan, Bulan Saturnus adalah dunia yang tertutupi danau hidrokarbon seperti metana dibandingkan gas di Bumi. Meski dingin, jauh di dalam Bulan, kemungkinan ada air cair.

Sejauh ini tidak ketahui apa yang disembunyikan di permukaan dingin Bulan. Tapi, berkat data yang dikumpulkan oleh pesawat luar angkasa Cassini NASA, diketahui Titan secara keseluruhan sedang dalam berjalan keluar.

Bulan melayang jauh dari planet inangnya pada kecepatan yang secara signifikan lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Berdasarkan data terbaru, Titan melayang sekitar empat inci lebih jauh dari Saturnus setiap tahun.

Bulan cenderung melayang. Orbit benda-benda besar ini jarang sempurna dan berarti perubahan kecil terjadi seiring waktu. Bulan Bumi sendiri, misalnya, bergerak sekitar 1,5 inci dari planet ini setiap tahun. Bulan tidak akan meninggalkan manusia. Setidaknya tidak untuk waktu yang sangat lama dan gerakan ini biasanya terjadi di Bulan.

Dalam kasus Titan, penemuan ini sebenarnya membantu para peneliti untuk memahami Saturnus itu sendiri. Saturnus diyakini berumur 4,6 miliar tahun. Suatu hari antara pembentukannya dan sekarang, planet mendapatkan cincin tebal dan sejumlah Bulan.

Penemuan ini tidak hanya memberitahu para ilmuwan apa yang mungkin terjadi di masa depan untuk Titan dan Saturnus. Tapi, memungkinkan mereka untuk memundurkan waktu dengan cara baru.

Dengan menarapkan laju penyimpangan yang sama, astronom sekarang percaya, Titan memulai hidupnya lebih dekat dengan Saturnus dibanding yang diperkirakan sebelumnya. Dan, sistem Bulan yang mengelilingi planet ini berkembang jauh lebih cepat dibanding perkiraan awal diperkirakan.

"Pengukuran baru menyiratkan interaksi planet-bulan semacam ini bisa lebih menonjol dibanding harapan sebelumnya dan mereka bisa berlaku untuk banyak sistem seperti sistem planet bulan lainnya, exoplanet, dan bahkan sistem bintang biner, di mana bintang-bintanhg saling mengorbit," kata penulis penelitian JimFuller yang dikutip dari BGR, Jumat (12/6/2020).

Pesawat luar angkasa Cassini NASA menghabiskan satu dekade berlayar mengelilingi Saturnus sebelum akhirnya kehabisan bahan bakar dan melakukan serangkaian penyelaman. Usai menyelam, tindakan terakhirnya adalah menghancurkan dirinya sendiri dengan menghantam atmosfer Saturnus.

Pesawat luar angkasa terus mengirim kembali data bahkan saat sedang dihancurkan. Kekuatan tumbukan dengan atmosfer melenyapkan mesin. 

Editor : Dini Listiyani