Usai Luncurkan Modul, Booster Roket China Jatuh dari Luar Angkasa

Dini Listiyani · Selasa, 26 Juli 2022 - 08:19:00 WIB
 Usai Luncurkan Modul, Booster Roket China Jatuh dari Luar Angkasa
Usai Luncurkan Modul, Booster Roket China Jatuh dari Luar Angkasa (Foto: CCTV)

JAKARTA, iNews.id - China sekali lagi memilih untuk membiarkan roket besar jatuh kembali ke Bumi dengan sendirinya. Keputusan itu membuat China di bawah pengawasan dari pelacakan puing-puing luar angkasa usai penurunan serupa yang tidak terkendali pada 2020 dan 2021. 

Tracker berpengalaman dari peristiwa di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics Jonathan McDowell mengatakan data orbital Command AS menunjukkan tahap 21-ton mengambang dengan sendirinya. 

"Tahap inti tetap berada di orbit dan tidak secara aktif terdeorbit," tulis McDowell di Twitter. McDowell menambahkan relatif terhadap penyedia peluncuran AS, orang Amerika melakukan pekerjaan pembuangan tahap atas yang agak lebih baik dibanding China, sebagaimana dikutip dari Space. 

Militer AS belum mengeluarkan peringatan di Twitter, baik melalui Komando Luar Angkasa atau Skuadron Pertahanan Luar Angkasa ke-18 yang melacak entri ulang. Aerospace Corporation, yang biasanya menyediakan informasi tentang kendaraan besar buatan manusia yang masuk kembali, juga tidak membahas masalah ini di media sosial.

Secara umum, risiko korban dari tahap roket yang jatuh sangat rendah, tetapi badan roket Long March 5B sangat besar. China meluncurkan modul stasiun luar angkasa Wentian pada hari Minggu (24 Juli) pukul 2:25 pagi EDT (0625 GMT atau 14:25 waktu Beijing). 

Wentian dengan aman merapat dengan stasiun luar angkasa Tiangong, seperti yang direncanakan. Sebuah studi baru-baru ini di Nature Astronomy menunjukkan praktik membiarkan tahapan besar membuat jatuh yang tidak terkendali ke Bumi menciptakan "risiko yang tidak perlu," dan China tidak sendirian dalam praktik tersebut meskipun ada pedoman internasional untuk mitigasi puing-puing luar angkasa yang jatuh.

Amerika Serikat dan sebagian besar badan antariksa internasional utama memiliki praktik yang mengatur bagaimana menangani risiko tahap roket. Pemerintah Amerika, misalnya, mengatur kejatuhannya di bawah Praktik Standar Mitigasi Puing Orbital.

Praktik tersebut mengharuskan risiko korban dari roket yang masuk kembali berada di bawah ambang batas 1 banding 10.000, tetapi artikel tersebut mencatat hal ini tidak diikuti setiap saat.

Editor : Dini Listiyani

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda