Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tanda Aliran Lava Ditemukan, Bukti Aktivitas Gunung Berapi Venus Terus Bertambah
Advertisement . Scroll to see content

Venus Punya Banyak Gunung Berapi Aktif

Selasa, 21 Juli 2020 - 15:19:00 WIB
Venus Punya Banyak Gunung Berapi Aktif
Venus (Foto: NASA/JPL)
Advertisement . Scroll to see content

CALIFORNIA, iNews.id - Tetangga Bumi, Venus mempunyai panas yang luar biasa. Studi baru bahkan menunjukkan, Venus lebih buruk dibanding yang diperkirakan sebelumnya.

Selain atmosfer yang beracun dan suhu yang melelehkan, planet kedua terdekat dari Matahari ini tampaknya menjadi rumah bagi setidaknya lusinan gunung berapi aktif yang menyemburkan belerang.

"Ini adalah pertama kalinya kami dapat menunjuk ke struktur tertentu dan berkata, 'Lihat, ini bukan gunung berapi purba tapi yang aktif hari ini, mungkin tidak aktif, tapi tidak mati. Studi ini secara signifikan mengubah pandangan Venus dari planet yang sebagian besar tidak aktif menjadi planet yang bagian dalamnya masih berputar serta dapat memberi makan banyak gunung berapi aktif," kata Prosefor Geologi di University of Maryland Laurent Montési.

Montési adalah penulis bersama paper baru yang diterbitkan pada Nature Geoscience. Paper mengidentifikasi 37 struktur vulkanik yang baru-baru ini aktif di Venus, sebagaimana dikutip dari Cnet, Selasa (21/7/2020).

Ironisnya, planet-planet yang aktif secara geologis dengan interior panas cenderung menjadi kandidat yang lebih baik untuk dihuni. Pasalnya, inti cair juga dapat memberi daya medan magnet untuk menangkis radiasi sterilisasi dari Matahari dan luar angkasa.

Venus, sebagai tempat yang ditinggalkan, adalah planet aktif langka yang tidak menghasilkan medan magnetnya sendiri secara internal. Planet ini benar-benar mengundang seperti seteguk kawat berduri.

Para ilmuwan telah mengetahui ada bukti aktivitas vulkanik di Venus untuk sementara waktu. Tapi, diduga itu mungkin sisa-sisa aktivitas purba. Montési dan rekannya menggunakan aktivitas 3D model sub-surface Venusian untuk melihat fitur-fitur di permukaan planet dengan cara baru, membantu mereka mengidentifikasi hotspot yang berpotensi aktif.

Tim berharap misi masa depan ke Venus bisa lebih melihat sifat erupsinya. Mungkin butuh beberapa saat karena banyak program luar angkasa bertujuan untuk Mars sekarang.

Namun, pesawat luar angkasa BepiColombo menuju Mercury akan membuat sepasang flybys melewati Venus selama 13 bulan ke depan. Jadi, kemungkinan manusia akan lebih bisa segera mengenal tempat terburuk di tata surya.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut