Dukung Industri Fashion Berbasis Digital, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Kita Harus Adaptasi dengan Teknologi

Rizky Pradita Ananda · Selasa, 30 November 2021 - 20:16:00 WIB
Dukung Industri Fashion Berbasis Digital, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Kita Harus Adaptasi dengan Teknologi
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo di gelaran Indonesia Modest Fashion Week World Conference. (foto: Rizky Pradita)

JAKARTA, iNews.id – Industri fashion saat ini harus mengikuti perkembangan seiring dengan memasuki zaman industri 4.0 dan semakin pesatnya dunia digital. Penggunaan internet pada kehidupan sehari-hari masyarakat otomatis semakin meningkat. 

Hal tersebut ditegaskan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, dalam gelaran Indonesia Modest Fashion Week World Conference, di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta Pusat, Selasa (30/11/2021). Dia mengatakan bahwa lalu lintas internet di Indonesia selama masa pandemi ternyata meningkat 40 persen. 

“Di Indonesia, ada pertumbuhan luar biasa dalam penggunaan lalu lintas internet, hingga 40 persen selama pandemi. Pada awal tahun 2021, tercatat lebih dari 202 juta pengguna internet, meningkat 15,5 persen hanya dalam satu tahun. Artinya penetrasi internet di Indonesia saat ini sudah lebih dari 73 persen,” kata Wamenparekraf Angela, ditemui dalam gelaran Indonesia Modest Fashion Week World Conference. 

Tidak dipungkiri, salah satu aktivitas dunia maya masyarakat adalah berbelanja online. Termasuk berbelanja barang-barang atau produk-produk sektor ekonomi kreatif seperti fashion. 

Seiring dengan kemajuan dunia digital yang makin pesat memang begitu membantu pergerakan ekonomi sektor ekonomi kreatif, termasuk dunia fashion. Angela menekankan, kemajuan digital ini dibarengi dengan tantangan besar yakni beradaptasi dengan teknologi. Bukan hanya sekedar bisa berdagang online, tapi juga mengerti mengolah data yang ada. 

“Tantangan utama industri kreatif, termasuk industri fashion modest adalah beradaptasi dengan teknologi. Dari model bisnis dan organisasi yang sesuai hingga sumber daya manusia. Kita harus bisa beradaptasi dengan digitalisasi sampai ke inti, bukan hanya menjual barang secara online tetapi juga menganalisis big data untuk membuat produksi kita lebih efisien dan prediktif terhadap kebutuhan konsumen,” katanya. 

Maka dari itu, berkaca pada kebutuhan akan pengolahan data dengan baik dan tepat sasaran, Angela menegaskan, idealnya kemampuan sumber daya manusia Indonesia harus terus meningkat. 

“Kita juga perlu membekali sumber daya manusia kita dengan kemampuan baru untuk memaksimalkan penggunaan teknologi,” pungkas Wamenparekraf Angela. 

Editor : Elvira Anna

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda