Ingin Travelling ke Medan? Yuk, Incar Ulos Tradisional Khas Samosir

Vien Dimyati ยท Kamis, 23 November 2017 - 17:21 WIB
Ingin Travelling ke Medan? Yuk, Incar Ulos Tradisional Khas Samosir

Kain ulos khas Medan (Foto: Pinterest)

JAKARTA, iNews.id - Prosesi ngunduh mantu putri Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu dan Muhammad Bobby Afif Nasution, menarik banyak perhatian masyarakat dan wisatawan. Setelah prosesi pernikahan dilakukan di Solo, kini berlanjut dengan pesta adat di Medan.

Menariknya, dalam pernikahan dua sejoli ini, sekaligus memperkenalkan kebudayaan Indonesia. Kain ulos salah satunya. Kain khas Medan ini menjadi pembicaraan banyak orang. Pasalnya, Presiden Jokowi dan keluarga akan menggunakan mobil bermotif ulos Mandailing berwarna merah pada acara adat tersebut.

Tentunya, ini akan menarik perhatian wisatawan terhadap penggunaan kain khas Medan. Bagi Anda yang menyukai keindahan alam di Medan dan ingin membeli cenderamata, kain ulos adalah salah satu suvenir terbaik di sini.

Samosir, pulau yang terletak di tengah Danau Toba ini, menjadi salah satu daerah pengrajin tenun ulos. Dikelilingi keindahan Danau Toba dan pegunungan di sekitarnya, banyak pengrajin ulos yang masih menggunakan peralatan tradisional.

Menurut kepercayaan Batak, ada tiga sumber kehangatan, yaitu matahari, api, dan kain ulos. Orang Batak tinggal di wilayah perbukitan yang cukup dingin, sehingga kain ulos dapat menyediakan kehangatan bagi mereka.

Kain ulos juga digunakan dalam acara penting, seperti pernikahan, kelahiran, dan pemakaman.
Namun, hati-hati jika ingin membeli kain ulos, jangan sampai tertipu. Kain ini banyak dipalsukan.

Lantas, bagaimana cara memilih kain ulos asli? Berikut tipsnya dari iNews.id seperti dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (23/11/2017).

Perhatikan tekstur kain

Jangan hanya mengoleksinya. Ketika membeli, periksa tekstur kain. Kain tenun buatan tangan biasanya terdapat beberapa benang yang timbul karena proses pengerjaan yang kurang sempurna. Jadi, kalau kain tenun yang Anda temukan sangat rapi, bisa jadi itu kain buatan pabrik. Ketika membeli kain, coba untuk mengusap lembut permukaan kainnya. Kain tenun asli buatan tangan, akan terasa lebih kasar. Namun, kainnya lebih lembut dan ringan ketika dipakai.

Tidak luntur

Ketika ingin membeli, coba mengusap tangan pada permukaan kain di bagian motifnya yang berwarna. Kain dengan kualitas baik dan teknik pewarnaan yang baik, tak akan meninggalkan bekas noda di tangan.

Harga

Kain tradisional yang dibuat menggunakan tangan pasti memiliki harga yang tak murah. Mengingat pengerjaannya membutuhkan kesabaran dan waktunya berhari-hari, bahkan hingga bulanan. Jauh berbeda dengan kain buatan pabrik yang bisa tercetak puluhan kain dalam beberapa jam saja.

Kenali ciri-cirinya

Warna dominan pada ulos adalah merah, hitam, dan putih yang dihiasi oleh ragam tenunan dari benang emas atau perak. Mulanya, ulos dikenakan dalam bentuk selendang atau sarung. Pemakaiannya juga kerap digunakan pada perhelatan resmi atau upacara adat Batak. Namun, kini banyak dijumpai dalam bentuk produk suvenir, sarung bantal, ikat pinggang, tas, pakaian, alas meja, dasi, dompet, dan gorden.

Editor : Vien Dimyati