Kreatif! Tirai Penutup Kedai saat Puasa Disulap Jadi Media Promosi Usaha Lokal
Dalam praktiknya, pelaku usaha dapat menempatkan materi promosi pada tirai kedai makan atau minuman yang tutup sementara saat siang hari. Ketika tirai tersebut terlihat dari jalan, pengunjung yang melintas tetap dapat mengenal produk atau brand yang dipromosikan.
Pendekatan ini membuat tirai kedai yang biasanya hanya menjadi penanda warung tutup, berubah menjadi papan iklan sederhana yang efektif.
Tren tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah seperti Jakarta hingga Bali dengan melibatkan ratusan usaha lokal. Beberapa kedai yang ikut serta antara lain Sunyi Coffee, Toko Kopian, Futago, Panama Coffee, Kongsi, Mad For Coffee, hingga rumah makan seperti Bakmi Jawa Tebet, Sate Maranggi Lestari, dan Warteg Rio.
Tidak sedikit dari tempat usaha tersebut juga memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat. Sunyi Coffee, misalnya, dikenal sebagai ruang inklusif yang memberdayakan penyandang disabilitas. Sementara Toko Kopian mengusung konsep kopitiam yang terinspirasi dari budaya kopi Asia Tenggara.
Pemilik RM Sinar Gakong, Reza Kusumah, menilai konsep ini membuka peluang promosi yang berbeda dari biasanya. Menurut dia, penggunaan tirai kedai sebagai media promosi membantu memperluas jangkauan usaha sekaligus memperkenalkan bisnis kepada calon pelanggan baru.