Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 5 Kolam Renang Terbesar di Dunia, No 3 Dibuat Mirip Pantai Ada di Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

5 Bangunan Tertua di Dunia, Arizona Miliki Situs Irigasi 450 Masehi

Sabtu, 10 Maret 2018 - 15:07:00 WIB
5 Bangunan Tertua di Dunia, Arizona Miliki Situs Irigasi 450 Masehi
Bangunan tertua di dunia yang terawat hingga kini (Foto: Delange)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menjelajahi berbagai tempat menakjubkan di dunia menjadi momen berkesan. Apalagi jika tempat yang dikunjungi merupakan sebuah bangunan tertua yang masih terawat hingga kini.

Sebut saja di Arizona, negara bagian Amerika Serikat yang terletak di daerah barat daya ini memiliki sebuah situs yang sudah berdiri sejak 450 masehi. Terletak di Phoenix, situs Pueblo Grande Ruin and Irrigation adalah sisa-sisa situs arkeologi peninggalan pra-Columbus dan reruntuhan sebuah situs desa di Kashokam India yang dibangun sekitar 450 Masehi.

Tak hanya Arizona yang memiliki bangunan tertua di dunia yang menakjubkan. Ketika berkunjung ke Ivy Green, Anda akan menjumpai sebuah rumah tua yang dibangun sejak 1820. Pemilik rumah ini adalah Helen Keller.

Dari rumah tertua dan bar tertua di Amerika Serikat ke situs yang berisi sisa-sisa arkeologi penduduk asli Amerika. Ada tempat lainnya yang bisa dikunjungi.

Ingin tahu bangunan-bangunan tertua di dunia yang hingga kinimasih terawat dengan baik? Berikut ulasan yang dirangkum iNews.id melalui Insider, Sabtu (10/3/2018).

ALABAMA: Ivy Green

Kunjungi Tuscumbia dan lihat rumah tempat Helen Keller tumbuh. Helen Keller, adalah seorang penulis, aktivis sosial dan politik yang hebat. Dia juga salah satu wanita luar biasa dalam sejarah, karena dia mengalami kebutaan dan tuli sejak usia 19 bulan. Menurut Helen Keller Birthplace Foundation, Inc., rumah ini dibangun pada 1820 dan dipelihara hingga detail terkecil dalam keadaan aslinya. Rumah tua ini dirawat hingga kini dengan alasan agar Anda bisa mengunjungi rumah utama, kebun rempah, dapur, pondok tempat kelahiran, dan perpustakaan lengkap buku-buku Braile di antara banyak kenang-kenangan pribadi lainnya.

ALASKA: Perkebunan Sitka Spruce

Pada 1805, koloni Rusia menetap di Unalaska (di Pulau Amaknak) dan menanam pohon cemara. Di sana, tidak ada satupun pohon yang berdiri. Maka itu ditanam pohon cemara dengan harapan dapat tumbuh. Saat ini, Perkebunan Sitka Spruce adalah satu dari sedikit tempat di pulau ini yang memiliki banyak pohon. Menurut situs National Park Service, Perkebunan Sitka Spruce adalah proyek penghijauan yang ada hingga kini dan paling tertua di benua Amerika Utara.

ARIZONA: Pueblo Grande Ruin dan Situs Irigasi

Terletak di Phoenix, situs Pueblo Grande Ruin and Irrigation adalah sisa-sisa situs arkeologi peninggalan pra-Columbus dan reruntuhan sebuah situs desa di Kashokam India yang dibangun sekitar 450 Masehi. Di sini masih ada gundukan setinggi 20 kaki yang mencakup 3,3 hektare yang diperkirakan dibangun antara tahun 1150-1450 M, serta saluran irigasi, dan lapangan bola. "Hohokam adalah orang pertama yang berlatih pertanian irigasi di wilayah ini."

ARKANSAS: Toltec Mounds Archeological State Park

Gundukan Toltec Mounds, Arkansas merupakan 'tertinggi di India Amerika. Pada awalnya, tempat ini dibangun pada 650 M. Diperkirakan, kelompok gundukan ini adalah pusat sosial dan keagamaan bagi orang-orang yang tinggal di dekatnya. Hanya tiga dari 18 gundukan yang masih ada sampai sekarang di sepanjang tepi Danau Mound.

CALIFORNIA: Mission San Diego de Alcala

Didirikan pada 1769, San Diego de Alcala dijuluki sebagai tanda tempat kelahiran agama Kristen di Pantai Barat Amerika Serikat. Ini adalah misi pertama dari 21 bangunan yang dibangun di California. Ini adalah awal dari Katolik di Amerika Serikat Barat. Saat ini, Mission berfungsi sebagai pusat kebudayaan dari semua agama.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut