Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dishub DKI Kerahkan 2.500 Personel Amankan Terminal hingga Tempat Wisata Saat Nataru  
Advertisement . Scroll to see content

Asyik, Kampung Pelangi Semarang Bakal Punya Tangga 999 Instagramable

Kamis, 01 Oktober 2020 - 16:04:00 WIB
Asyik, Kampung Pelangi Semarang Bakal Punya Tangga 999 Instagramable
Menjelajahi Wisata Kampung Pelangi (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Travelling ke Semarang tanpa mengunjungi objek wisata yang satu ini memang seperti ada yang kurang. Nama Kampung Pelangi memang sudah tersohor hingga mancanegara.

Kampung Pelangi berada di tengah Kota Semarang tepatnya di Jalan Dr. Soetomo, Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Berada di sini, wisatawan akan dimanjakan dengan bangunan rumah berwarna-warni.

Rumah mungil tersusun rapi dan berundak menjadi pemandangan eksotis di tengah kota yang mendapat julukan Atlas ini.

Ketua Pokdarwis Kampung Pelangi, Slamet Widodo mengatakan, Kampung Pelangi awalnya memiliki nama Wonosari. Kampung ini terkenal dengan pasar kembang. Dahulu kampung ini kumuh, dan biasa saja.

Kemudian, lanjut pria yang akrab disapa Danslawi ini, Pemerintah merevitalisasi Pasar Kembang Kalisari. Karena Kampung Pelangi berada di belakang pasar kembang, maka masyarakat berinisiatif untuk mengecat seluruh tembok.

"Kampung ini kan berada di bukit, jadi kalau dicat berwarna-warni maka terlihat indah dan tidak kumuh," kata Danslawi di Semarang, Senin (28/9/2020).

Menurut Danslawi, Kampung Pelangi merupakan kreasi dari seluruh masyarakat hingga para pendatang. Bahkan, wisatawan yang datang turut serta melukis tembok rumah, gang-gang sempit, dan lainnya.

"Ada pendatang dan wisatawan berkreasi melukis. Di sini juga banyak karya mahasiswa dari luar negeri. Ada Jepang, Malaysia, Eropa, dan lainnya," kata Danslawi.

Tidak heran jika Kampung Pelangi terkenal hingga mancanegara. Bahkan, kata Danslawi, Kampung Pelangi pernah dikunjungi oleh 18 Duta Besar Uni Eropa. "Kampung ini dijadikan percontohan masyarakat perkotaan," kata dia.

Tangga 999

Untuk urusan objek wisata, Kampung Pelangi memiliki banyak spot foto Instagramable. Memasuki perkampungan ini, wisatawan akan melewati jembatan yang di bawahnya sungai.

Ada delapan jembatan sebagai pintu masuk Kampung Pelangi. Wisatawan bisa berswafoto di jembatan dengan latar belakang rumah warna-warni berundak di belakangnya.

Untuk mendapatkan pemandangan paling eksotis di perkampungan ini adalah berada di titik tertinggi Kampung Pelangi. Di sini, wisatawan bisa berfoto-foto dengan latar belakang tulisan Kampung Pelangi.

Selain itu, pemandangan menarik lainnya di puncak tertinggi ini adalah saat pagi hari, wisatawan bisa berburu sunrise. "Kita bisa menikmati pemandangan Kota Semarang dari ketinggian. Dari sini juga bisa melihat Gunung Sumbing, Ungaran, dan Merbabu," kata Danslawi.

Danslawi menambahkan, Kampung Pelangi juga akan memiliki objek wisata baru yaitu tangga 999. Tangga ini akan dibuat Instagramable. Sesuai dengan namanya, anak tangga akan berjumlah 999.

"Kita ada pengembangan lain. Nanti Kampung Pelangi akan ada Tangga 999. Diperkirakan tangga ini jadi tahun 2021. Jika Semarang ada Lawang Sewu dengan 1.000 pintu, di sini ada tangga 999. Ini makna terbaik dan tertinggi. Semoga saja pandemi cepat berakhir dan segera terealisasi," katanya.

Tidak hanya akan mengembangkan tangga 999, Kampung Pelangi juga akan revitalisasi sungai. Apalagi Kampung Pelangi sering mengadakan festival dan perlombaan. Sungai yang indah bisa mendukung.

"Sungai yang direvitalisasi ini akan dimanfaatkan untuk destinasi wisata air. Bisa dioptimalkan jadi objek wisata. Wisatawan bisa mancing, dan di sini akan ditambah keramba," kata dia.

Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 memang membuat pariwisata di Tanah Air lesu. Tak terkecuali Kampung Pelangi yang terkena imbas. Danslawi mengatakan, selama pandemi Covid-19 tidak ada wisatawan yang berkunjung.

"Masa pandemi destinasi mengalami penurunan. Kampung Pelangi juga bgtu. Tapi, Kampung Pelangi ini hijau. Jadi kami tidak membatasi wisatawan untuk berkunjung, dan menerapkan protokol kesehatan," kata dia.

Dia mengatakan, sesuai peraturan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, wisatawan dan pelaku wisata dapat menerapkan protokol kesehatan ketat dengan menggunakan CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability).

Protokol kesehatan yang ketat ini juga di terapkan di hotel dan restoran. Tujuannya untuk meningkatkan kepercayaan kembali wisatawan yang ingin berkunjung ke destinasi wisata.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut