Bandara Soetta Kembali Ditutup hingga 18.00 WIB Hari Ini Imbas Erupsi Anak Krakatau
Reuters melaporkan, hingga Senin pagi, terdapat delapan bandara di Indonesia yang terdampak penutupan akibat abu vulkanik Anak Krakatau, termasuk Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma. Secara keseluruhan, sekitar 170 ribu penumpang terdampak gangguan penerbangan.
Kondisi ini menunjukkan dampak erupsi Anak Krakatau telah meluas ke sektor transportasi udara. Abu vulkanik yang terbawa angin dapat menyebar jauh dari sumber erupsi dan mengganggu jalur penerbangan.
Karena itu, penutupan bandara dilakukan sebagai langkah keselamatan. Pengoperasian kembali penerbangan akan sangat bergantung pada kondisi abu vulkanik di sekitar wilayah bandara serta hasil pemantauan otoritas penerbangan.
Untuk Senin 7 September, Soekarno-Hatta dijadwalkan kembali menghentikan operasional hingga pukul 18.00 WIB. Namun, penumpang tetap diminta memantau perkembangan karena jadwal penerbangan dapat berubah mengikuti kondisi terbaru.
Masyarakat yang memiliki penerbangan dari maupun menuju Soekarno-Hatta juga diminta tidak hanya mengandalkan informasi dari bandara. Pastikan status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju terminal.
Pengelola Bandara Soekarno-Hatta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat penghentian operasional tersebut. Langkah ini dilakukan demi mengutamakan keselamatan penerbangan di tengah meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Editor: Muhammad Sukardi