Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perkuat Mesin Politik Lewat Workshop Bedah Dapil, Perindo Banten Sasar Gen Z Lewat Ekosistem UMKM
Advertisement . Scroll to see content

Bayan CraftArt Fest Jaga Warisan Budaya Lokal Tetap Hidup, Intip Keseruannya!

Rabu, 30 September 2026 - 15:28:00 WIB
Bayan CraftArt Fest Jaga Warisan Budaya Lokal Tetap Hidup, Intip Keseruannya!
Festival Bayan angkat budaya dan UMKM lokal. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Festival tak hanya menjadi ruang untuk berkumpul dan menikmati berbagai pertunjukan. Di balik kemeriahannya, festival juga dapat menjadi cara untuk memperkenalkan sekaligus menjaga warisan budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

Hal itu terlihat dalam Bayan CraftArt Fest 2026 yang digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 24-30 Agustus 2026. Festival tersebut mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seniman, komunitas, serta masyarakat dalam satu ruang yang menampilkan beragam produk dan karya kreatif lokal.

Berbagai produk lokal dari sektor kriya, kuliner, hingga karya kreatif menjadi bagian dari festival. Kehadirannya tidak sekadar menawarkan produk kepada pengunjung, tetapi juga memperkenalkan cerita, keterampilan, dan nilai budaya yang melekat di dalamnya.

Bayan CraftArt Fest 2026. (Foto: Istimewa)
Bayan CraftArt Fest 2026. (Foto: Istimewa)

Produk kriya, misalnya, kerap lahir dari keterampilan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Begitu pula dengan kuliner lokal yang tidak hanya menawarkan cita rasa, tetapi juga membawa pengetahuan mengenai bahan, cara pengolahan, serta tradisi masyarakat setempat.

Karena itu, keberadaan festival dapat menjadi salah satu ruang bagi produk-produk tersebut untuk kembali mendapat perhatian. Pelaku UMKM dapat bertemu langsung dengan masyarakat, melihat respons terhadap produknya, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pelaku kreatif lainnya.

Bagi pelaku usaha, pengalaman bertemu langsung dengan konsumen juga menjadi kesempatan untuk mengetahui produk seperti apa yang mendapat perhatian pasar. Dari sana, mereka dapat mengembangkan kualitas produk tanpa harus meninggalkan karakter lokal yang menjadi identitasnya.

Senior Staff PT Bayan Resources Tbk Yuli Widiastuti mengatakan pelaku kreatif dan UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian sekaligus dalam menjaga warisan budaya.

"Kami menyadari bahwa pelaku kreatif dan UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia, sekaligus penjaga warisan budaya. Melalui Bayan CraftArt Fest, kami ingin memastikan mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga memiliki wadah untuk tumbuh bersama, meningkatkan skala bisnis, dan semakin dikenal oleh masyarakat luas," ujar Yuli dalam keterangannya.

Meski demikian, menjaga keberlangsungan produk lokal tidak cukup hanya dengan menghadirkan ruang pamer atau festival. Setelah acara berakhir, pelaku UMKM tetap menghadapi tantangan untuk mempertahankan kualitas, memenuhi permintaan, memperluas pasar, hingga mengembangkan usaha.

Pendampingan menjadi salah satu kebutuhan agar produk lokal tidak berhenti dikenal selama festival berlangsung. Penguatan kapasitas usaha dapat dilakukan melalui pelatihan pengelolaan bisnis, peningkatan kualitas dan daya tahan produk, pengembangan kemasan, identitas merek, pemasaran digital, serta pemenuhan legalitas usaha.

Langkah tersebut juga dapat membantu produk berbasis budaya untuk memasuki pasar yang lebih luas tanpa kehilangan karakter lokalnya.

Di sisi lain, keberadaan UMKM berbasis budaya memiliki kaitan erat dengan keberlanjutan tradisi. Ketika sebuah keterampilan atau produk lokal memiliki nilai ekonomi dan terus dikembangkan, pengetahuan yang berada di balik produk tersebut juga memiliki peluang untuk diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Festival seperti Bayan CraftArt Fest pun menjadi salah satu ruang pertemuan antara tradisi dan kreativitas masa kini. Produk yang berakar dari budaya lokal dapat diperkenalkan kepada masyarakat dalam bentuk yang lebih dekat dengan kebutuhan dan selera konsumen saat ini.

Pada akhirnya, keseruan sebuah festival bukan hanya terlihat dari ramainya pengunjung atau banyaknya produk yang dipamerkan. Lebih jauh, festival dapat menjadi momentum untuk mempertemukan pelaku budaya, UMKM, komunitas, dan masyarakat sehingga produk lokal memiliki ruang untuk terus berkembang.

Dengan begitu, warisan budaya tidak hanya disimpan sebagai bagian dari masa lalu, tetapi tetap hadir dalam kehidupan masyarakat melalui karya, produk, dan kreativitas generasi sekarang.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut