Bukan Sekadar Wisata Alam, Intip Manfaat Kegiatan Outbound
JAKARTA, iNews.id – Kegiatan luar ruangan atau outbound kini semakin digemari berbagai kalangan, mulai dari perusahaan besar hingga instansi pendidikan. Namun, tahukah Anda? Di balik keseruan permainan di alam terbuka, outbound menyimpan segudang manfaat krusial bagi pengembangan diri dan performa tim.
Metode experiential learning atau belajar melalui pengalaman yang diterapkan dalam outbound dinilai lebih efektif dalam mengubah karakter seseorang dibandingkan hanya duduk di dalam kelas. Manfaatnya antara lain membangun kerja sama tim (Team Building), mengasah jiwa kepemimpinan (Leadership), meningkatkan kepercayaan diri, sarana refreshing dan manajemen stres, serta melatih kemampuan problem solving.
Seperti yang dilakukan Outward Bound Indonesia (OBI) di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Mereka mlekukan pelatihan karakter gratis pertama bagi anak-anak panti asuhan usia remaja 14-18 tahun. Pngalaman tak hanya menguji fisik, tetapi juga membentuk karakter, mental, dan rasa percaya diri.
Direktur Eksekutif OBI Neil Laksmana Kusumowidagdo menjelaskan program OBI Masa Depan Cerah dirancang untuk menjawab kebutuhan mendasar anak-anak akan figur panutan dan ruang pembelajaran karakter yang nyata.
“Kami melihat banyak anak panti asuhan, khususnya anak yatim, tumbuh tanpa figur role model yang bisa menjadi panutan. Karena itu, di setiap kelompok kami tempatkan mentor yang hadir bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai role model. Tujuan kami adalah membangun karakter mereka agar lebih tangguh, kreatif, dan resilient,” ujar Neil, dalam keterangan persnya.
Selama program yang berlangsung, para peserta yang berasal dari Bekasi dan Jakarta itu dibagi dalam tiga kelompok kecil, masing-masing didampingi tiga mentor. Mereka menjalani beragam aktivitas menantang, mulai dari high rope meniti tali dari pohon ke pohon, hiking dan eksplorasi alam, hingga canoe orienteering di Waduk Jatiluhur. Peserta juga dilatih hidup mandiri dengan membuat tenda sendiri, memasak sendiri, mengemas perlengkapan, hingga berbagi cerita dan refleksi bersama.
