Jelajahi Alam Bawah Laut di Desa Wisata Religi Bubohu Bongo Gorontalo

Anindita Trinoviana · Senin, 15 Agustus 2022 - 17:05:00 WIB
Jelajahi Alam Bawah Laut di Desa Wisata Religi Bubohu Bongo Gorontalo
Pesona alam Desa Wisata Bubohu Bongo, Gorontalo. (Foto: dok Tangkapan layar/YouTube iNews)

JAKARTA, iNews.id - Dikenal dengan sebutan ‘Serambi Madinah’, Provinsi Gorontalo memiliki desa wisata religi, yakni Desa Wisata Bubohu Bongo. Di desa wisata ini terdapat pesantren alam, di mana para santri dan wisatawan bisa mempelajari agama dari memperhatikan lingkungan sekitar.

Untuk tiba di Desa Wisata Bubohu Bongo, Anda memerlukan waktu sekitar 1,5 jam dari Bandara Djalaludin dengan menggunakan mobil. Jangan khawatir, akses jalannya memadai. Jika dari Kota Gorontalo, Anda akan menempuh jarak sekitar 10 kilometer. Namun, lelah perjalanan tersebut akan hilang saat melihat indahnya pemandangan alam di Desa Wisata Bubohu Bongo ini.

Setibanya di desa wisata, Anda akan melihat hamparan fosil kayu yang dikumpulkan dari berbagai daerah di Gorontalo saat berjalan ke area Kompleks Pesantren Alam. Usut punya usut, fosil kayu tersebut berasal dari pohon yang terpapar oleh mineral kalsit atau silika dengan proses selama jutaan tahun. Maka dari itu, fosil kayu ini bukan melapuk, namun semakin keras.  

Memasuki Pesantren Alam yang didirikan oleh Almarhum Yosef Tahir Ma'ruf atau Yotama ini, wisatawan dan santri akan diajarkan untuk berguru pada alam, yaitu mengambil tanda-tanda kebesaran Tuhan melalui lingkungan sekitar.

Misalnya, dengan memberi makan merpati menjadi salah satu cara untuk mendekatkan diri pada sang pencipta lewat kebesaran makhluk ciptaannya. Burung merpati yang berada di sekitaran komplek ini telah dipelihara selama hampir 20 tahun.

Suasana asri ditambah dengan memberi makan burung merpati, tentu menjadi pengalaman yang berbeda. Apalagi, di sekitaran komplek ini juga terdapat empat pondok yang berbaris, di mana merupakan ciri khas dari pesantren yang dibangun sejak 2004 ini.

(Foto: dok Tangkapan layar/YouTube iNews)
(Foto: dok Tangkapan layar/YouTube iNews)

Puas mengenal lingkungan sekitaran Pesantren Alam, tak afdol rasanya jika berada di desa wisata religi, namun tidak mengunjungi masjidnya. Masjid walimah kubah emas yang menjadi ciri khas desa wisata ini berada di atas bukit, ditambah pemandangan hamparan laut biru yang membentang.

Tidak hanya itu, masjid ini pun begitu istimewa karena diresmikan pada pukul 12.12 WITA, 12 Desember 2012 atau jika ditulis secara singkat menjadi 12/12/12. Masjid ini memiliki nama-nama bulan islam pada batu hitam yang berada di samping 33 anak tangga.

Ada lagi, yakni kubah berwarna emas dengan detail jalinan titik di sekelilingnya. Uniknya, jalinan titik tersebut digambarkan sebagai kue kolombengi. Dengan begitu, warga setempat menyebutnya berbentuk walimah.

Walimah ini kerap dibuat saat perayaan Maulid Nabi dan diarak sekeliling desa. Sebelumnya, dihias terlebih dahulu dengan kuliner khas Desa Bubohu Bongo, yakni kue kolombengi dan kue sukade.

Editor : Anindita Trinoviana

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda