Jelajahi Banyu Urip Mangrove Gresik, Jembatan Kayunya Terlihat Instagramable
Destinasi wisata pohon mangrove ini berada di luas lahan sekitar 2 hektare, dilengkapi fasilitas gazebo dan area jogging track. Para pengunjung bisa menelusuri jalan setapak yang terbuat dari kayu, dengan pemandangan hutan mangrove.
Tak hanya pohon mangrove, begitu berada di pintu masuk, pengunjung akan disuguhi pemandangan pohon cemara di kiri dan kanan jalan. Pengunjung juga bisa melihat area pembibitan pohon cemara dan mangrove. Jumlahnya sekitar 60 ribu bibit.
Lahan pembibitan mangrove tersebut sering didatangi oleh para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Baik negeri maupun swasta. Mereka biasanya melakukan riset atau penelitian tentang mangrove.
Sekelompok burung bangau yang memang menjadikan hutan mangrove itu menjadi habitat mereka menambah daya tarik wisatawan untuk datang ke tempat ini. Selain itu, deretan perahu nelayan yang pulang dari melaut, serta suasana pasar nelayan tempat transaksi hasil laut seperti kerang dan lain-lain membuat tempat ini semakin menarik.
Lokasi Banyu Urip Mangrove Center bisa ditempuh dengan kendaraan darat dari tiga jalur, yaitu jalur Ujung Pangkah–Banyu Urip, jalur Sekapuk–Banyu Urip, dan jalur Dalegan–Banyu Urip. Letaknya sekitar 35 kilometer dari Kota Surabaya atau sekitar 23 kilometer dari Kota Gresik. Kawasan ini buka setiap hari, mulai pukul 06.00 WIB hingga 17.00 WIB. Tiket masuknya Rp10.000 per orang. Bagaimana, tertarik menikmati eksotisme Mangrove Center di Gresik?
Editor: Vien Dimyati