Kampung Unik di Kalimantan Timur, Singgah ke Desa Tanpa Daratan, Semua Rumah Warga Ada di Atas Air
JAKARTA, iNews.id - Kampung unik di Kalimantan Timur sangat menarik untuk dijelajahi. Ya, sudah menjadi hal umum jika Kalimantan Timur memiliki pemandangan alam dan budaya yang menarik.
Apalagi jika singgah ke salah satu desanya yang ada di Kutai Kartanegara, di sini terdapat desa tanpa daratan. Desa tersebut bernama Muara Enggelam.
Desa Muara Enggelam terletak di Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kampung ini cukup menarik perhatian karena tidak memiliki daratan. Perairan yang mengelilingi desa ini sebenarnya adalah danau yang bernama Danau Melintang. Karena itulah, berbagai bangunan di kawasan desa dibangun secara terapung.
Penasaran ingin tahu seperti apa keunikan Desa Muara Enggelam di Kalimantan Timur ini? Berikut ulasannya dirangkum pada (9/6/2023).
Desa Muara Enggelam dikenal sebagai desa wisata yang menawarkan pemandangan alam yang indah dan unik. Terdapat dua sungai besar yang melintasi desa ini, yaitu Sungai Kedang Pahu dan Sungai Belayan, yang memberikan kesempatan bagi para wisatawan untuk menikmati keindahan alam serta aktivitas seperti memancing dan berperahu.
Keunikan dari desa ini adalah tidak memiliki daratan dan terletak di pinggiran Danau Melintang. Masyarakat di desa ini menggunakan perahu sebagai transportasi utamanya. Selain itu terdapat jembatan yang menghubungkan kedua sisi desa, sebagai akses masyarakat untuk melakukan aktivitas ekonomi.
Dikutip dari akun Youtube, Arian Channel, Jumat (9/6/2023) mayoritas masyarakat di desa ini berprofesi sebagai nelayan. Tetapi ada juga yang bekerja sebagai guru, atau berjualan kebutuhan sehari-hari yang semuanya dilakukan di atas air. Desa ini juga dikenal sebagai salah satu penyuplai ikan air tawar di Kutai Kartanegara. Tak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi juga diolah menjadi ikan asin yang lebih tahan lama dan meningkatkan nilai jualnya.

Ya, sesuai dengan julukannya, warga yang tinggal di desa ini hidup di atas air. Tidak hanya rumah warga yang ada di atas air. Tempat-tempat umum seperti masjid hingga gerbang masuk juga berdiri di atas air. Untuk mengatur lalu lintas juga menggunakan jembatan kayu yang bisa dibuka dan ditutup. Jembatan akan terbuka ketika ada perahu yang lewat dan tertutup saat perahu sudah lewat.
Bahkan untuk mobilisasi, masyarakat menggunakan perahu dari satu rumah ke rumah lain yang melintas di atas Danau Melintang seluas sekitar 11 ribu hektare. Pastinya, di desa ini tidak ada kendaraan motor atau mobil yang terparkir di area permukiman.
Beberapa jenis ikan tangkapan masyarakat di desa ini, antara lain seperti ikan biawan, jelawat, kendia, dan haruan. Tangkapan tersebut nantinya akan dijual keluar daerah seperti Tenggarong dan Samarinda, bahkan bisa keluar daerah dan sampai ke Jakarta dan Bandung. Meskipun dihuni oleh banyak orang, keadaan di danau ini masih sangat bersih. Tidak terlihat sampah yang mengapung di atasnya sekalipun.
Salah satu hal yang menjadi daya tarik masyarakat dari luar daerah untuk berkunjung ke kawasan ini adalah segala aktivitas warga Desa Muara Enggelam yang dilakukan di atas air. Pengunjung juga dapat menyusuri aliran sungai ini, menggunakan perahu yang disewa dari masyarakat setempat.
Editor: Vien Dimyati