Kaya Budaya dan Kuliner, Asyiknya Kunjungi Desa Wisata Tamansari di Kaki Gunung Kawah Ijen

Anindita Trinoviana ยท Jumat, 05 Agustus 2022 - 19:00:00 WIB
Kaya Budaya dan Kuliner, Asyiknya Kunjungi Desa Wisata Tamansari di Kaki Gunung Kawah Ijen
Pesona Desa Wisata Tamansari yang terletak di kaki Gunung Kawah Ijen. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Banyuwangi, Jawa Timur menjadi salah satu daerah favorit destinasi wisata. Pasalnya, daerah yang memiliki sebutan Bumi Blambangan ini menyimpan kekayaan alam yang dapat memanjakan mata. Salah satunya, Kawah Ijen dengan fenomena api biru dan danau vulkanik yang eksotis. Tak heran, dengan daya pikatnya ini membuat Kawah Ijen menjadi destinasi wisata kelas dunia. 

Rasanya, tak puas jika hanya menjelajahi Kawah Ijen saat berwisata ke Banyuwangi. Anda bisa mampir dan beristirahat dengan mengunjungi Desa Wisata Tamansari yang terletak di kaki Gunung Kawah Ijen, tepatnya di Kecamatan Licin. 

Jangan khawatir, desa wisata ini menyediakan penginapan dengan konsep homestay yang diantaranya telah terverifikasi CHSE. 

Desa Tamansari menyimpan beragam kekayaan budaya dan kuliner yang dapat dijelajahi. Salah satunya, tarian gandrung yang diiringi irama rancak saat menyambut kedatangan Anda saat memasuki Taman Gandrung Terakota yang menjadi tempat singgah pertama kali. 

Menjadi identitas budaya, Desa Tamansari pun memfasilitasi dengan mengadakan pertunjukkan rutin setiap satu minggu sekali. Untuk menontonnya, wisatawan cukup membayar Rp100.000 per-pax dan mendapatkan makanan tradisional dan minuman herbal. 

Di Taman Gandrung Terakota terdapat sekitar 1.000 patung penari gandrung yang terbuat dari tembikar. Konon, Gandrung digunakan sebagai ekspresi rasa kagum masyarakat blambangan terhadap dewi sri. Dewi Sri disebut dewi padi yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat atas hasil panen yang melimpah.

Oleh karena itu, di Desa Tamansari, Anda akan menemukan hamparan sawah hijau yang menyegarkan. Keseruan menjelajah hamparan sawah ini semakin terasa saat melihat kegiatan membajak sawah secara tradisional. 

Ya, sawah yang ada di Desa Tamansari masih aktif digunakan oleh warga setempat. Anda juga merasakan sensasi membajak sawah secara tradisional dengan membayar paket seharga Rp200.000 per orang. Asyik bukan?

Kegiatan menarik lainnya yang bisa dirasakan oleh pengunjung ialah mengolah belerang. Setiap harinya, masyarakat Desa Tamansari mengolah belerang sebanyak 6 ton yang kemudian didistribusikan ke pabrik gula, industri kosmetik, dan industri kimia lainnya.  

“Yang jelas dengan kemasan desa wisata apapun yang ada di Tamansari ini kita tingkatkan nilai ekonominya. Kita nggak merubah apapun. Yang petani tetap petani, yang berkebun tetap berkebun. Kita hanya berusaha mengemas apapun yang dilakukan masyarakat itu, jadi suatu menarik bagi wisatawan,” ujar Rizal Sahputra Kepala Desa Wisata Tamansari. 

Editor : Anindita Trinoviana

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda