Keindahan Gunung Kerenceng yang Belum Terjamah Pendaki, Ini Faktanya

Riyandy Aristyo ยท Rabu, 01 Juli 2020 - 19:10 WIB
Keindahan Gunung Kerenceng yang Belum Terjamah Pendaki, Ini Faktanya

Keindahan Gunung Kerenceng (Foto : Instagram@backpackerjakarta)

JAKARTA iNews.id - Bagi sebagian orang, nama Gunung Kerenceng tak sepopuler Gunung Papandayan. Meski letaknya tak berjauhan, Gunung Kerenceng juga punya pemandangan indah layaknya Gunung Papandayan.

Berada di Sumedang Selatan, Kecamatan Cimanggung dan Pemulihan, Jawa Barat, Gunung Kerenceng jarang diketahui banyak orang. Tidak heran jika suasana di gunung ini masih sangat alami. Jalur pendakian masih tertutup vegetasi.

Kendati demikian, warga sekitar banyak yang berkegiatan di sekitaran gunung untuk mencari kayu ataupun berkebun.

Lantas, apa saja keindahan Gunung Kerenceng yang terlihat indah ini? Berikut adalah fakta-fakta Gunung Kerenceng yang dirangkum, Rabu (1/7/2020).

1. Sejarah Penamaan

Penamaan kerenceng dalam Bahasa Sunda cukup banyak seperti Gengge Raranggeuyan, Gengge Beunang Niiran, Lonceng maupun Kirincing. Gengge Raranggeuyan artinya gelang kaki yang banyak. Sedangkan Gengge Beunang Niiran artinya gelang kaki yang disusun seperti sate. Sementara lonceng dan kirincing artinya bunyi-bunyian.

2. Persiapan mendaki

Gunung Kerenceng punya jalur pendakian yang cukup terjal dan menguras banyak tenaga. Fisik pendaki harus prima, setidaknya kuat saat mendaki selama lebih dari 4 jam. Jika tak kuat, disarankan menyewa orang sekitar yang tahu kondisi gunung.

Jangan lupa membawa makan dan minum yang sesuai dengan waktu perjalanan, serta perlengkapan lain seperti jas hujan dan baju hangat.

3. Biaya Pendakian

Sebenarnya tidak ada biaya untuk mendaki Gunung Kerenceng. Apabila menggunakan jasa porter (pramuwisata) penduduk sekitar, cukup memberikan uang secara sukarela. Biaya akan keluar sangat besar jika menggunakan kendaraan menuju titik awal pendakian.

4. Transportasi yang Digunakan

Untuk menuju Gunung Kerenceng, pendaki cukup menggunakan transportasi umum. Misalnya, dari Jakarta menggunakan bus arah Garut dan turun di Baypass Cicalengka. Dari Pasar Cicalengka menggunakan ojek sampai Kampung Jambuaer atau Kampung Situhiang.

Apabila menggunakan kereta, pendaki turun di Stasiun Cicalengka kemudian disambung dengan ojek. Jarak dari stasiun menuju titik awal pendakian sejauh 13 km atau 40 menit perjalanan.

5. Jalur pendakian

Ada dua jalur pendakian yang bisa dilalui pendaki yakni jalur Kampung Jambuaer/Kampung Sayuran di Desa Sindulang, Kecamatan Cimanggung dan jalur Kampung Situhiang di Desa Tegalmanggung, kecamatan Cimanggung.

Pendakian diawali dengan jalan bersemen melewati pemukiman sampai dengan perkebunan. Setelah itu, pendaki dapat menjumpai plang Perhutani sebagai gerbang masuk pendakian. Selama perjalanan, pendaki akan disuguhkan dengan vegetasi berupa ilalang, tumbuhan perdu, dan pohon pinus.

Mendaki di Gunung Kerenceng bisa menghabiskan waktu hingga 4-5 jam sampai puncak, apabila pulang pergi hari yang sama sekitar 8 jam. Pos peristirahatan berjumlah 4 titik di mana pendaki bisa mendirikan kemah di pos 2 dan 3.

6. Puncak Gunung Kerenceng

Gunung Kerenceng memiliki ketinggian 1.736 Mdpl, berdekatan dengan 2 puncak lain seperti Puncak Kareumbi (1.685 Mdpl) dan Puncak Pangukusan (1.558 Mdpl).

Puncak Gunung Kerenceng terbilang sempit, hanya muat 7-10 orang saja, jadi ini perlu diperhatikan demi keselamatan.

7. Jenis Gunung Kerenceng

Gunung Kerenceng termasuk dalam jenis gunung yang berbentuk Stratovolcano berupa cerukan menyerupai kawah. Bentuk gunung strato ini merupakan hulu dari beberapa sungai seperti Sungai Cileuleuy, Sungai Cijogjog, Sungai Cilembu, Sungai Ciguling, Sungai Pojok, Sungai Cikandang, Sungai Cimanggung, dan Sungai Cikarobokan.

Editor : Vien Dimyati