Kembangkan Sektor Parekraf di Indonesia Timur, Sandiaga Uno Dukung Pembangunan Politeknik Pariwisata Papua
Tidak hanya itu, pembangunan katanya sejalan dengan arahan Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo dan KH Maruf Amin. Keduanya diungkapkan Sandiaga Uno menginginkan agar potensi pariwisata di Tanah Papua dapat diangkat dan dikembangkan.
Dengan demikian, tidak hanya mendunia, tetapi secara langsung membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja, khususnya bidang parekraf di Papua.
"Ini juga menindaklanjuti arahan dari Bapak Presiden dan Wakil Presiden untuk mengangkat Potensi yang luar biasa dan produk-produk ekonomi kreatif di Papua," kata Sandiaga Uno.
"Hari ini langsung ditindaklanjuti oleh Pak Puja untuk kerja samanya, mudah-mudahan ini bisa terwujud, membuka lapangan kerja seluas-luasnya di Provinsi Papua, mengangkat potensi pariwisata dan memulihkan ekonomi kreatif," ujarnya.
Serupa dengan Sandiaga Uno, Kepala Dinas Pariwisata dan ekonomi Kreatif Papua, Yimin Weya mengucapkan terima kasih atas terjalinnya kerjasama. Karena dipaparkannya, wilayah Papua yang terbentang lebih dari 6.000 kilometer persegi dan terbagi menjadi 29 Kabupaten/ Kota menyimpan potensi pariwisata yang sangat besar.
Namun, besarnya potensi pariwisata tersebut katanya tidak sebanding dengan jumlah SDM parekraf yang tersedia di Papua.
"Hari ini kami mengucap syukur kepada Tuhan, karena kami ada di sini dan mempertemukan dengan Menteri Pariwisata Republik Indonesia, dan kesepakatan dengan kami bahwa beliau sudah menyaksikan penandatanganan kerjasama untuk membuka SDM di Papua," kata Yimin Weya.
"Kami menyampaikan juga kepada bapak-bapak, dosen-dosen yang ada di sini sudah terbitkan mahasiswa-mahasiswi yang sudah membangun di Papua," ujarnya.
Yimin Weya pun menyampaikan pihaknya sangat membutuhkan uluran tangan dari semua pihak untuk membangun Tanah Papua. Sebab, lanjutnya, Tanah Papua belum menerima bantuan, khususnya sektor parekraf sejak lama.
Putra asli Papua itu pun menyampaikan terima kasihnya kepada Sandiaga Uno yang disebutnya sebagai 'Menteri Luar Biasa'.
"Pak Menteri hari ini luar biasa, karena dari menteri ke menteri tidak pernah memberikan bantuan SDM kepada kami di Papua," kata Yimin Weya.
"Hari ini Bapak Menteri luar biasa sekali untuk memerhatikan Indonesia Timur, khususnya di Provinsi Papua dan Papua Barat. Karena ini provinsi yang terluar maka mereka akan pergi kuliah di sana (Politekpar Papua), maka ini khusus semua Provinsi Papua yang sudah dijawab hari ini untuk kita sudah kerjasama," tuturnya.
Editor: Vien Dimyati