Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Percepat Recovery Pariwisata Bali, Pemerintah Siapkan Dana Rp100 M
Advertisement . Scroll to see content

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Tembus 8,98 Juta hingga Juli 2026, Naik 5,23 Persen

Kamis, 24 September 2026 - 16:20:00 WIB
Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Tembus 8,98 Juta hingga Juli 2026, Naik 5,23 Persen
Kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 8,98 juta orang hingga Juli 2026, naik 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 8,98 juta orang hingga Juli 2026. Angka tersebut tumbuh 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menghasilkan devisa sebesar 8,43 miliar dolar AS atau sekitar Rp140,95 triliun.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan capaian tersebut dalam Konferensi Pers WITF di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Rabu (23/9/2026).

“Hingga Juli 2026, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 8,98 juta atau tumbuh 5,23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Devisa yang dihasilkan sangat besar, mencapai $8,43 miliar dolar Amerika Serikat atau Rp140,95 triliun rupiah pada semester satu 2026,” ujar Widiyanti.

Selain kunjungan wisman, perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) juga menunjukkan pertumbuhan. Hingga Juli 2026, jumlah perjalanan wisnus mencapai 737,8 juta perjalanan atau meningkat 3,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Dari sisi domestik, perjalanan wisatawan nusantara juga terus menggerakkan aktivitas ekonomi. Hingga Juli 2026, perjalanan wisnus telah mencapai lebih dari 737,8 juta perjalanan, tumbuh lebih dari 3,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” katanya.

Menurut Widiyanti, aktivitas pariwisata turut menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari akomodasi, makanan dan minuman, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif di daerah.

“Dari wisatawan mancanegara, pengeluaran tersebut menghasilkan devisa bagi Indonesia,” ucapnya.

Dia menilai pertumbuhan pariwisata tersebut menunjukkan sektor pariwisata Indonesia tetap berkembang di tengah tantangan situasi geopolitik yang berlangsung sejak awal 2026. Kekayaan alam dan budaya Indonesia juga menjadi potensi yang dapat terus dikembangkan untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Indonesia memiliki beragam kekayaan destinasi, termasuk alam dan budaya. Karena itu, salah satu fokus utama kami adalah mengembangkan quality tourism, yaitu meningkatkan kualitas produk dan pengalaman wisata yang ditawarkan untuk mendorong pengeluaran wisatawan,” ujarnya.

Widiyanti mencontohkan pengembangan marine tourism melalui sejumlah produk wisata, seperti yacht, cruise, dan diving. Menurut dia, pengembangan produk wisata juga perlu diikuti dengan strategi pemasaran yang sesuai agar dapat menjangkau pasar yang tepat.

“Untuk marine tourism, misalnya, kami mengembangkan produk seperti yacht dan cruise, dan diving. Namun produk yang baik perlu terhubung dengan pasar yang tepat,” kata Widiyanti.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut