Makan Sosis hingga Burger Bisa Bikin Demensia dan Stroke, Kok Bisa?
JAKARTA, iNews.id - Burger hingga sosis merupakan salah satu makanan populer yang disukai masyarakat. Namun sayangnya, makanan lezat ini termasuk dalam makanan ultra proses.
Makanan ultra proses atau Ultra Processed Food (UPF) kini sudah sangat mudah ditemukan di pasaran. Bahkan tak jarang masih banyak orang yang mengonsumsi UPF setiap harinya.
Berbagai jenis makanan yang termasuk ke dalam UPF yaitu seperti sosis, burger, nugget, aneka saus, dan makanan beku lainnya. Namun studi di Harvard mengungkap, mengonsumsi makanan ultra proses ternyata dapat merusak otak seseorang lho. Jurnal tersebut telah diterbitkan dalam jurnal Neurology
Melansir People, Jumat (24/5/2024), penelitian tersebut menyebutkan, mengonsumsi makanan dalam jumlah besar dapat dikaitkan dengan stroke dan demensia. Demensia dilaporkan terjadi pada orang paruh baya jika mereka terlalu banyak mengonsumsi kue, permen, burger, dan minuman bersoda. Studi tersebut juga menemukan, tingkat konsumsi produk yang lebih tinggi mengakibatkan risiko stroke yang lebih tinggi.
Hal ini menghasilkan kesimpulan pengolahan makanan memainkan peran penting dalam kesehatan otak secara keseluruhan. Salah satu faktor penyebab makanan ultra proses berbahaya bukan hanya karena kalorinya yang tinggi.
Akan tetapi para peneliti menemukan bakteri di usus dapat terganggu karena makanan produksi industri yang mengandung zat aditif tingkat tinggi. Hal ini dapat menyebabkan penyakit kronis yang disebabkan oleh peradangan yang dihasilkan dalam tubuh akibat zat aditif.
“Sebagian besar makanan ultra proses tidak sehat, dan semakin banyak Anda makan, semakin tinggi risiko berbagai penyakit,” kata Profesor Nutrisi dan Epidemiologi asal Harvard TH Chan, Frank Hu.
Studi tersebut mengambil data lebih dari 30.000 orang dewasa berusia 45 tahun ke atas dan diperiksa oleh Harvard Medical School selama 11 tahun. Metode pengumpulan datanya meliputi kuesioner tentang makanan yang dikonsumsi orang dewasa.
Kemudian studi tersebut menyimpulkan pada akhir penelitian ditemukan 1.108 peserta menderita stroke dan 768 orang didiagnosis mengalami gangguan kognitif.
“Temuan kami menunjukkan, tingkat pemrosesan makanan memainkan peran penting dalam kesehatan otak secara keseluruhan,” kata Dr William Taylor Kimberly selaku penulis utama studi tersebut.
Editor: Vien Dimyati