Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : HUT ke-48 TK Bhayangkara, Para Siswa Gelar Seni Budaya
Advertisement . Scroll to see content

Makna Mendalam di Balik Langendriyan pada Resepsi Pernikahan Gusti Sura-Kanjeng Dimas

Minggu, 08 November 2026 - 11:34:00 WIB
Makna Mendalam di Balik Langendriyan pada Resepsi Pernikahan Gusti Sura-Kanjeng Dimas
Langendriyan di Dhaup Ageng Mangkunegaran Gusti Sura dan Kanjeng Dimas. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Pesan inilah yang kemudian dihadirkan dalam resepsi pernikahan Gusti Sura dan Kanjeng Dimas. Terlebih, kedua mempelai memiliki perjalanan cinta yang tidak singkat.

Mereka pertama kali bertemu pada 2015. Setelah sempat terpisah selama bertahun-tahun dan menjalani kehidupan masing-masing, keduanya kembali dipertemukan pada awal 2025 hingga akhirnya melangkah ke jenjang pernikahan.

Namun, Langendriyan bukan sekadar kesenian yang dipilih karena cerita di dalamnya. Pertunjukan ini juga merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki sejarah panjang di lingkungan Pura Mangkunegaran.

Mengutip laman resmi Mangkunegaran, Langendriyan berasal dari kata langen yang berarti hiburan dan driya yang berarti hati. Secara harfiah, Langendriyan dapat dimaknai sebagai hiburan hati atau tarian hati.

Langendriyan di Dhaup Ageng Mangkunegaran Gusti Sura dan Kanjeng Dimas. (Foto: Istimewa)
Langendriyan di Dhaup Ageng Mangkunegaran Gusti Sura dan Kanjeng Dimas. (Foto: Istimewa)

Bentuk keseniannya berupa drama tari yang memadukan gerak, tembang, dan iringan gamelan. Keunikan utamanya terletak pada dialog para tokoh yang tidak disampaikan melalui percakapan biasa, melainkan dinyanyikan menggunakan tembang macapat.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut