Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : HUT ke-48 TK Bhayangkara, Para Siswa Gelar Seni Budaya
Advertisement . Scroll to see content

Makna Mendalam di Balik Langendriyan pada Resepsi Pernikahan Gusti Sura-Kanjeng Dimas

Minggu, 08 November 2026 - 11:34:00 WIB
Makna Mendalam di Balik Langendriyan pada Resepsi Pernikahan Gusti Sura-Kanjeng Dimas
Langendriyan di Dhaup Ageng Mangkunegaran Gusti Sura dan Kanjeng Dimas. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Dengan demikian, cerita dalam Langendriyan dibangun melalui perpaduan suara, gerakan tubuh, ekspresi, dan irama musik. Para penari tidak hanya dituntut menguasai gerak tari, tetapi juga kemampuan melantunkan tembang sambil memerankan tokoh dalam cerita.

Sejarah Langendriyan Mangkunegaran juga memiliki perjalanan tersendiri. Kesenian ini awalnya berkembang di Yogyakarta, sebelum kemudian tumbuh menjadi salah satu identitas seni pertunjukan di Pura Mangkunegaran.

Dalam perkembangannya, Langendriyan Mangkunegaran lahir pada masa pemerintahan KGPAA Mangkunegara IV (1853-1881). Berdasarkan catatan sejarah Mangkunegaran, kemunculannya berkaitan dengan permintaan seorang Belanda bernama Godlieb Kilian kepada Raden Mas Hario Tondrokusuma untuk menyusun pertunjukan tari dengan cerita Damarwulan, khususnya bagian ketika Ratu Ayu dilamar Adipati Minakjinggo.

Kesenian tersebut kemudian berkembang dengan ciri khas tersendiri di lingkungan Mangkunegaran.

Perjalanan Langendriyan tidak selalu berjalan mulus. Penelitian sejarah dari Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada (UGM) mencatat bahwa kesenian ini mengalami berbagai perubahan dari masa ke masa.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut