Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Makna Filosofis di Balik Ritual Cuci Rupang di Imlek 2026, Cari Tahu di Sini!
Advertisement . Scroll to see content

Menemukan Bugis di Belanda, Menengok Teosofi Nusantara

Sabtu, 24 November 2018 - 23:45:00 WIB
Menemukan Bugis di Belanda, Menengok Teosofi Nusantara
Faisal Oddang dan Cok Sawitri menceritakan pengalaman residensinya di Belanda serta Amerika Serikat dimoderatori Kris Budiman, dosen FIB UGM. (Foto: iNews.id/Ramdan Malik)
Advertisement . Scroll to see content

Sementara itu, di arena simposium, Iskandar Nugraha membeberkan tesisnya yang menarik di University of New South Wales, Sydney, Australia. Tesis itu telah diterjemahkan dan dibukukan menjadi Teosofi, Nasionalisme, dan Elite Modern Indonesia.

Gerakan teosofi didirikan seorang perempuan Ukraina-Rusia, Helena Petrovna Blavatsky. Dia dipengaruhi ajaran kebijakan Timur, terutama India dan Jawa. 

"Radjiman Wedyoningrat, Ketua Budi Utomo pertama dan Ketua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, serta ayah Presiden Soekarno adalah pengikut teosofi," ungkap Iskandar.

Mendirikan sekolah-sekolah antara lain di Bandung dan menjadikan Blavatsky Park yang kini gedung Kementerian Pariwisata di Jakarta sebagai pusat diskusi aktivis-aktivis muda Indonesia sebelum Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, merupakan sumbangan gerakan kebatinan internasional yang berpusat di Madras, India ini. Cabang pertamanya di Indonesia berada di Pekalongan, Jawa Tengah pada 1811.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut