Mengeksplor Destinasi Wisata Sejarah dan Budaya di Makassar
Bagi orang Bugis badik bentuknya kecil dari kawaii biasa, besi pipih berwarna hitam dan dibuat dari bahan pilihan dan memiliki pamor. Sedangkan pada suku Makassar dikenal dengan badik taeng dengan ciri khas kale (bilah) pipih, battang (perut) buncit dan tajam, serta cappa (ujung) runcing.
Kemudian, parang atau la'bo bagi suku Toraja merupakan senjata tajam khas yang dipergunakan untuk menjaga diri dan dipakai sehari-hari untuk memotong kayu dan lain-lain. Sedangkan tombak bagi suku Bugis Makassar berfungsi sebagai benda kebesaran kerajaan, digunakan pula untuk berburu hewan.
Masih banyak lagi yang bisa kita temui di Museum La Galigo, seperti miniatur rumah adat suku Toraja, pakaian-pakaian adat Sulawesi Selatan, serta miniatur kapal pinisi.
Sementara itu, pihak MNC Travel yang bersama MNC Media mengeksplor sejumlah destinasi wisata menilai, Makassar memiliki potensi wisata yang cukup besar. Bahkan, Makassar juga bisa berperan besar turut menyumbang kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) bagi Indonesia.
"Banyak sekali potensi wisata budaya dan sejarah, seperti Makam Hassanudin, Benteng Somba Opu, Makam Pangeran Diponegoro, dan Fort Rotterdam. Indonesia memiliki potensi wisata yang besar, tidak menutup kemungkinan mencapai target 20 juta kunjungan wisman di 2019," ucap Head of Marketing MNC Travel Diana Ring.
Editor: Tuty Ocktaviany