Mengenal Desa Ngandong, Tempat Sejarah Ditemukan Jejak Manusia Purba

Okezone.com ยท Kamis, 24 September 2020 - 22:44 WIB
Mengenal Desa Ngandong, Tempat Sejarah Ditemukan Jejak Manusia Purba

Wisata sejarah di Blora (Foto: Situs Pemkab Blora)

JAKARTA, iNews.id - Ada banyak hal menarik di Blora, Jawa Tengah yang bisa dijelajahi wisatawan. Tidak hanya memiliki destinasi dan kuliner lezat. Ternyata Blora menyimpan banyak sejarah yang menakjubkan.

Sejarah tersebut, tepatnya ada di Bengawan Solo. Dahulu lembah Bengawan Solo menjadi tempat tinggal manusia purba Pulau Jawa. Bahkan di lokasi tersebut menjadi makam manusia purba.

Pada awal 1930-an, para antropolog dari Belanda menemukan lapisan tulang raksasa yang tersembunyi di sekitar lembah Sungai Bengawan Solo, menurut laporan Business Insider. Ada lebih dari 25.000 spesimen fosil terkubur di lumpur sungai di daerah yang disebut Ngandong.

Termasuk ditemukannya 12 tutup tengkorak dan dua tulang kaki dari nenek moyang manusia yang sangat menarik, yaitu Homo erectus. Itu adalah nenek moyang langsung manusia modern dan spesies pertama yang berjalan tegak.

Bahkan mereka bertahan lebih dari 300.000 tahun lebih lama, dari yang diperkirakan sebelumnya menurut klaim para ilmuwan. Mereka diperkirakan hidup sekira 110.000 tahun yang lalu.

Kelompok peneliti internasional yang dipimpin oleh University of Iowa, juga telah mempelajari suatu daerah di sekitar Desa Ngangdong. Dalam penelitian ini, ada juga bantuan staf dari Institut Teknologi Bandung.

"Ngandong merupakan nama sebuah Dusun di tepi sungai Bengawan Solo, tepatnya di Kecamatan Kradenan. Letaknya jauh di pedalaman di tengah-tengah hutan jati ini, menjadi dikenal para ilmuwan berkat penemuan fosil-fosil manusia purba," tulis situs resmi Kabupaten Blora.

Tim peneliti menghabiskan 16 tahun untuk meneliti dan mempelajari situs tersebut dengan teknik modern yang lebih lengkap. Mereka juga dibantu oleh salah satu ahli geologi dari Belanda, yang menyediakan peta dan jurnal yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Mereka menuju ke lokasi Bone Bed atau tempat tulang-tulang aslinya ditemukan.

Sementara itu, para ahli sekarang percaya, Homo erectus, yang berjalan tegak adalah manusia purba pertama meninggalkan Afrika. Mereka juga manusia yang bisa memasak. Sampai akhirnya, bertahan lama di Jawa setelah menghilang di berbagai lokasi lain di seluruh dunia.

“Situs ini adalah kemunculan terakhir Homo erectus yang ditemukan di mana pun di berbagai negara lain yang ada di dunia,” kata Profesor Russell Ciochon dari Univesity of Iowa," dilansir Seasia.

Namun, mereka musnah akibat dari perubahan iklim di Pulau Jawa sekira 400.000 tahun yang lalu. Pemanasan global mengakibatkan mengeringnya padang rumput tempat tinggal mereka dan mencari makan, serta menghancurkan persediaan makanan, seperti rusa dan hewan ternak.

Selain fosil tengkorak manusia, di Ngandong juga ditemukan sejumlah besar fosil mamalia. Kumpulan fauna mamalianya sangat banyak, beberapa di antaranya merupakan bukti dari fauna yang pernah hidup di lingkungan vegetasi yang sangat terbuka.

Editor : Vien Dimyati