Mengenal Desa Ngandong, Tempat Sejarah Ditemukan Jejak Manusia Purba
Kelompok peneliti internasional yang dipimpin oleh University of Iowa, juga telah mempelajari suatu daerah di sekitar Desa Ngangdong. Dalam penelitian ini, ada juga bantuan staf dari Institut Teknologi Bandung.
"Ngandong merupakan nama sebuah Dusun di tepi sungai Bengawan Solo, tepatnya di Kecamatan Kradenan. Letaknya jauh di pedalaman di tengah-tengah hutan jati ini, menjadi dikenal para ilmuwan berkat penemuan fosil-fosil manusia purba," tulis situs resmi Kabupaten Blora.
Tim peneliti menghabiskan 16 tahun untuk meneliti dan mempelajari situs tersebut dengan teknik modern yang lebih lengkap. Mereka juga dibantu oleh salah satu ahli geologi dari Belanda, yang menyediakan peta dan jurnal yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
Mereka menuju ke lokasi Bone Bed atau tempat tulang-tulang aslinya ditemukan.
Sementara itu, para ahli sekarang percaya, Homo erectus, yang berjalan tegak adalah manusia purba pertama meninggalkan Afrika. Mereka juga manusia yang bisa memasak. Sampai akhirnya, bertahan lama di Jawa setelah menghilang di berbagai lokasi lain di seluruh dunia.
“Situs ini adalah kemunculan terakhir Homo erectus yang ditemukan di mana pun di berbagai negara lain yang ada di dunia,” kata Profesor Russell Ciochon dari Univesity of Iowa," dilansir Seasia.
Namun, mereka musnah akibat dari perubahan iklim di Pulau Jawa sekira 400.000 tahun yang lalu. Pemanasan global mengakibatkan mengeringnya padang rumput tempat tinggal mereka dan mencari makan, serta menghancurkan persediaan makanan, seperti rusa dan hewan ternak.
Selain fosil tengkorak manusia, di Ngandong juga ditemukan sejumlah besar fosil mamalia. Kumpulan fauna mamalianya sangat banyak, beberapa di antaranya merupakan bukti dari fauna yang pernah hidup di lingkungan vegetasi yang sangat terbuka.
Editor: Vien Dimyati