Mengenal Keunikan Budaya Nusantara lewat Tarian Kolosal Bidadari Bidadara
Founder Lakon Indonesia, Thresia Mareta mengatakan, Lakon Indonesia berusaha untuk menjadi wadah krativitas lokal. Melalui pertunjukan ini, dia berharap agar ke depan, fashion lokal dapat lebih berkembang hingga mancanegara.
"Saat ini sudah kelihatan batik. Kami ingin Indonesia memiliki gaya fashionnya sendiri seperti di Korea dan Jepang. Melalui pagelaran kolosal ini diharapkan bisa jadi inspirasi," kata Thresia.
Pagelaran Bidadari dan Bidadara, dibuka untuk umum tanpa biaya. Swara Gembira mengajak anak muda hadir meramaikan perayaan tersebut. Demi suasana yang lebih gempita, Swara Gembira juga mengajak bagi siapa saja yang ingin hadir untuk turut mengenakan busana bergaya Indonesia.
Akan ada tiga kejutan yang disajikan Swara Gembira, sehingga membuat pagelaran ini berbeda dari sebelumnya.

Pertama, akan ada beragam koleksi busana Indonesia yang sudah direvolusi hingga relevan seiring perkembangan zaman. Koleksi busana banyak memadukan material modern serta melalui proses pengolahan dengan beragam teknik yang bisa memberikan unsur ke-Indonesiaan yang kuat, seperti teknik batik cap dan cetak saring.
Kedua, untuk pertama kalinya Swara Gembira merilis lagu yang dibawakan pada bagian pembuka dan penutup khusus untuk pertunjukan ini.
Lebih dari itu, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah berdirinya, Taman Air Mancur Sentral Senayan Jakarta akan disulap menjadi panggung pagelaran terbuka dan akan banyak memanfaatkan topografi area taman yang terkenal dengan air mancurnya ini.
Editor: Vien Dimyati