Mengenal Pekerjaan Kreatif yang Paling Banyak Diincar di Era Digital
JAKARTA, iNews.id - Era digital dapat menciptakan peluang pekerjaan baru dan menggantikan sejumlah pekerjaan lama. Dibutuhkan kejelian untuk menangkap peluang tersebut dan memanfaatkannya.
Salah satu peluang adalah menjual jasa dan karya lewat internet. Di era digital sekarang ini, menurut Chief Marketing Officer PT Cipta Manusia Indonesia Annisa Choiriya Muftada, banyak sekali peluang pekerjaan baru yang bisa dikerjakan dari rumah dan memberikan pemasukan yang luar biasa.
Dia mencontohkan profesi pembuat konten (content creator), social media specialist, digital marketing, trader saham dan investor, blogger, pengajar online, atau programmer. Lingkungan kerja dengan konsep digital, lanjutnya, lebih fleksibel ketimbang bekerja dalam ruang kantor.
"Berdasar Future of Jobs Report di 2020, pada 2025 mendatang akan ada pekerjaan baru yang terus tumbuh menggantikan sejumlah pekerjaan lama. Diperkirakan bakal ada permintaan 97 juta pekerjaan baru untuk menggantikan 85 juta pekerjaan lama di 2025,” tutur Annisa melalui keterangannya belum lama ini
Kunci untuk bisa bersaing memperebutkan pasar kerja di era digital, menurut Annisa, adalah kreatif, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta jeli melihat peluang dan
memanfaatkannya. Salah satu yang cocok terkait hal ini adalah berwirausaha atau berdagang secara online. Namun, banyak juga pekerjaan freelance yang tersedia di ruang digital.
Maraknya orang membeli barang di marketplace, menurut dosen STAIN Majene Burhanuddin, turut melahirkan peluang baru. Apalagi, cukup banyak platform marketplace yang tersedia secara gratis untuk berjualan secara online. Di Indonesia, transaksi jual beli online terbanyak ada di platform Tokopedia di mana pada triwulan I-2022 jumlah kunjungannya mencapai 157,2 juta kunjungan.
“Nah, yang dibutuhkan adalah kecakapan memanfaatkan fitur-fitur yang ada di marketplace tersebut, baik itu bagi penjual maupun pembeli. Bagi penjual, menjaga reputasi toko dan menjual produk dengan jujur adalah keharusan,” ujarnya.
Agar produk memiliki kesan baik di mata pembeli, lanjut Burhanuddin, penjual harus bersikap ramah dan sabar melayani pembeli. Untuk foto produk sebaiknya menggunakan foto asli dan karya sendiri, bukan milik orang lain, apalagi tanpa seizin pemiliknya. Lalu, deskripsi barang ditulis dengan jelas, serta barang dikemas dengan baik dan rapi.
Sementara itu, Dwi Wahyudi selaku Pengurus Wilayah Relawan TIK Kalimantan Barat menekankan pentingnya kecakapan digital dalam hal keamanan perangkat digital. Secara umum, dia menyarankan agar tak mengunggah informasi pribadi di ruang digital, seperti di media sosial. Informasi pribadi itu contohnya adalah nomor induk kependudukan, alamat rumah, data keuangan, maupun riwayat kesehatan. Selalu waspada saat berkomunikasi di ruang digital karena kita tidak mengetahui persis berkomunikasi dengan siapa.
“Jangan pernah memberikan nomor PIN kepada siapa pun, lalu buatlah kata sandi yang kuat untuk perangkat digital yang kita gunakan, maupun pada akun-akun e-mail dan media sosial,” katanya.
Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.
Editor: Vien Dimyati