Mengenal Wisata Gorontalo, Ada Kolam Air Panas Lombongo dan Burung Langka Maleo

Vien Dimyati ยท Senin, 07 Oktober 2019 - 12:48 WIB
Mengenal Wisata Gorontalo, Ada Kolam Air Panas Lombongo dan Burung Langka Maleo

Mengenal Wisata Gorontalo (Foto : Kemenpar)

GORONTALO, iNews.id - Pariwisata Gorontalo memang belum terlalu terkenal seperti Bali dan Lombok. Tetapi, jika ditelusuri, Gorontalo memiliki banyak objek wisata menarik untuk dikunjungi.

Salah satunya Lombongo, objek wisata pemandian air panas alami. Selain itu, Gorontalo juga memiliki burung Maleo yang langka di Sulawesi.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan siap mendukung pengembangan kawasan wisata pemandian air panas Lombongo sebagai wisata unggulan di Provinsi Gorontalo.

Menpar Arief Yahya dalam kunjungan kerjanya ke Gorontalo, Minggu (6/10/2019) menyampaikan komitmennya untuk mendukung pengembangan Lombongo sebagai destinasi wisata unggulan Gorontalo. Pengembangan wisata di Gorontalo akan dilakukan pada tiga bidang yaitu pemasaran, destinasi, dan industri kelembagaan.

"Pada bidang pemasaran, yakni menjadikan Manado sebagai tourism hub. Sedangkan untuk bidang destinasi adalah membuat KEK untuk mempercepat deregulasi dan percepatan pengembangan Lombongo,” katanya.

Selain itu, pembangunan juga dilakukan pada bidang industri dan kelembagaan yakni membangun komunitas masyarakat sekitar destinasi wisata.

“Hal ini justru yang harus diutamakan paling awal dalam pembangunan masyarakat di sekitar destinasi wisata," ujar Menpar.

Hari kedua kunjungan kerjanya yakni Minggu (6/10/2019) Menpar beserta rombongan didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo, Idris Rahim dan Bupati Bone Bolango, Hamim Puo mengunjungi Lombongo.

Lombongo merupakan lokasi wisata pemandian mata air panas terletak sekitar 19 km ke sebelah timur dari pusat Kota Gorontalo atau bisa ditempuh sekitar 30 menit.

Kolam pemandian air panas alami ini bisa dinikmati kerena adanya aktivitas geothermal di sekitar kawasan Lombongo. Lokasinya yang berbatasan dengan hutan konservasi juga merupakan daya tarik tersendiri.

Pada kesempatan itu, Menpar beserta para pejabat Kemenpar lain, melakukan penanaman pohon yang disebut sebagai pohon asuh. Setelah itu, Menpar melakukan pelepasliaran burung Maleo.

Burung Maleo merupakan endemik khas Sulawesi yang memiliki sifat loyal dan setia, mandiri serta memiliki produktivitas yang tinggi. Burung Maleo berkembang biak dengan cara bertelur, ukurannya enam kali lebih besar dibanding telur ayam. Istimewanya, sejak ditetaskan hingga menetas dari telur, anak burung Maleo sudah hidup mandiri.

Penggiat wisata di Lombongo melakukan penyelamatan terhadap telur burung Maleo. Biasanya telur dapat ditemukan di kedalaman tanah sekitar 200 meter, lalu masyarakat sekitar melakukan tindak penyelamatan berupa konservasi sehingga telur terhindar dari serangan predator. Biasanya, masyarakat pelaku konservasi juga melakukan pelepasliaran hewan ini.

"Atraksi di Gorontalo sangat menarik. Sejak kemarin, saya telah menyaksikan tarian dan nyanyian yang sangat apik. Selain itu, wisata alamnya juga unik, Lombongo merupakan salah satunya," ujar Menpar usai melakukan pelepasliaran burung Maleo.

Sementara itu, Bupati Bone Bolango, Hamim Puo mengatakan, pihaknya berharap agar kedatangan Menpar dapat menjadi salah satu faktor pendorong pengembangan pariwisata di Gorontalo.

"Menpar telah melihat sendiri salah satu hewan endemik Sulawesi yakni burung Maleo. Sebenarnya masih banyak lagi hewan endemik yang bisa disaksikan di sini antara lain hiu paus, monyet Gorontalo, kuskus beruang Sulawesi, babi rusa, dan lain-lain. Kekayaan floranya juga luar biasa. Maka kami bisa mengatakan dengan bangga bahwa Gorontalo sudah siap dikunjungi wisatawan," ujarnya.


Editor : Vien Dimyati