Mengintip Desa Bugisan di Prambanan, Pesona Candi Kembar dan Tradisi Jawa
Fasilitas tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat dan pengelola desa melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Bak sampah tersebut terbagi dalam tiga kategori, yakni sampah organik, anorganik, dan residu.
Sampah organik meliputi sisa makanan, sisa dapur, dan tanaman yang dapat diolah menjadi kompos atau pupuk organik. Sementara sampah anorganik seperti kertas, kaleng, kardus, dan botol plastik masih dapat digunakan kembali atau didaur ulang.
Adapun sampah residu mencakup popok sekali pakai, pembalut, puntung rokok, styrofoam tertentu, dan tisu bekas. Pemilahan sejak sumber diharapkan membuat proses pengelolaan sampah berikutnya dapat dilakukan secara lebih tepat.

Kontribusi tersebut merupakan bagian dari Toyota Berbagi – Bersama Membangun Indonesia yang dijalankan melalui empat pilar, yakni Toyota Berbagi Hijau, Toyota Berbagi Ilmu, Toyota Berbagi Selamat, dan Toyota Berbagi Langkah.
Melalui Toyota Berbagi Hijau, Toyota mendorong berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna.
Melalui rangkaian kegiatan ini, selain mendapatkan pengalaman berkendara peserta Toyota Journalist Test Drive diajak mengenal potensi lokal, serta melihat langsung upaya pengembangan desa dan kepedulian terhadap lingkungan.
Editor: Dani M Dahwilani