Mengintip Keindahan Hutan Kalimantan lewat Visit The Heart of Borneo
Gubernur Irianto Lambrie menjelaskan, Visit the Heart of Borneo merupakan bagian dari program konservasi hutan (Taman Nasional, hutan lindung, dan hutan produksi) sebagai paru-paru dunia seluas 22 juta hektare, di mana 17 juta hektare di antaranya berada di lima provinsi Kalimantan, dan di antaranya enam juta hektare atau 31 persen berada di Provinsi Kalimantan Utara.
“Visit the Heart of Borneo akan menjadi momentum untuk mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisman ke Kalimantan, khususnya melalui wilayah perbatasan,” kata Gubernur Irianto Lambrie.
Ketertinggalan Kalimantan dalam program Visit the Heart of Borneo antara lain karena terbatasnya infrastruktur, promosi, serta pemasaran.
“Sebagai perbandingan, Malaysia berhasil memasarkan destinasi Sabah dan Sarawak ke Tiongkok. Tiap akhir pekan dan musim liburan Kota Kinabalu kewalahan menerima kunjungan wisman. Hotel bintang di sana penuh,” kata Irianto Lambrie.
Dia mengatakan, karena didukung oleh infrastruktur yang memadai membuat produk pariwisata di Sarawak relatif murah, serta didukung strategi promosi dan pemasaran yang efektif.
Asisten Deputi Tata Kelola Kehutanan, Kementerian Koodinator Bidang Perekonomian Prabianto Mukti Prabowo skaligus pimpinan dari Kelompok Kerja HoB di Indonesia menambahkan, selain kenekaragaman hayati kawasan Jantung Kalimantan (HoB) merupakan sumber kehidupan bagi sekitar 1 juta masyarakat adat.