Mengintip Kemeriahan Perayaan Cap Go Meh di Singkawang

Rahma Sari ยท Rabu, 28 Februari 2018 - 13:08 WIB
Mengintip Kemeriahan Perayaan Cap Go Meh di Singkawang

Kemeriahan barongsai (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan perayaan Cap Go Meh. Perayaan yang menjadi rutinitas masyarakat Tionghoa ini dilakukan dua minggu setelah Tahun Baru Imlek.

Pada perayaan Cap Go Meh, masyarakat Tionghoa akan membawa persembahan berupa kue keranjang dan melakukan sembahyang kue keranjang untuk mengucap syukur.

Bebragai kota di Indonesia turut meramaikan Cap Go Meh. Salah satunya Singkawang. Kota yang berada di Kalimantan Barat ini sudah terlihat ramai dikunjungi wisatawan. Puncak perayaan Cap Go Meh akan dilaksanakan pada Jumat 2 Maret 2018.

Setiap tahun, perayaan Cap Go Meh di Singkawang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung. Diperkirakan ada sekitar 684.793 orang akan hadir dalam perayaan.

Sejak 2009 Singkawang selalu mengadakan acara perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Pada 2018 ini, perayaan akan sangat meriah karena acara tersebut akan dicatat Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) sebagai lampion terbanyak dan tatung terbanyak.

Selain itu, Gerbang Cap Go Meh juga masuk dalam MURI sebagi gerbang terbesar. Di gerbang setinggi enam meter dan lebar 16,20 meter ini diletakkan replika patung 12 shio.

Acara Festival Lampion akan dilaksanakan pada malam ini pukul 19.30. Tercatat ada sebanyak 20.607 lampion yang dipasang. Dalam acara Festival Lampion, akan ada pawai kendaraan hias.

Pawai kendaraan hias akan dimulai dari Kantor Wali Kota Singkawang di Jalan Firdaus, lalu ke Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Pai Bakir, Jalan Sejahtera, Jalan Budi Utomo, Jalan Nusantara, Jalan Jendral Sudirman, Jalan Kalimantan, Jalan Setiabudi, Jalan Niaga, Jalan Stasiun dan finish di depan Happy Building di Jalan GM Situt.

Sedangkan Parade Tatung akan dilaksanakan pada Jumat 2 Maret 2018. Rencananya akan ada 1.129 Tatung yang akan memeriahkan acara. Parade Tatung akan di mulai pada pukul 07.00.

Parade Tatung akan di mulai dari Kantor Wali Kota Singkawang di Jalan Firdaus, lalu ke Jalan Diponegoro, setelah itu berbelok ke arah Jalan Sejahtera, kemudian langsung ke Jalan Budi Utomo, melewati Jalan Salam Diman, Jalan Setia Budi, berbelok ke Jalan Niaga dan finish di Jalan Pai Bakir tempat altar utama.


Editor : Vien Dimyati