Menjelajahi Danau Lido Lewat Festival Rakyat, Ada Parade Rakit hingga Pasar Bageur
"Kami juga membangun danau penahan, bangunan penahan lumpur yang pada intinya berhasil menambah luasan dari Danau Lido, juga menjadi buffer zone yang kami ketahui bersama, dari arah hulu itu banyak aktivitas masyarakat untuk pertanian, itu banyak juga unsur-unsur yang memang bisa mencemari Danau Lido," katanya.
Pemantauan kualitas air juga dilakukan secara berkala, baik di danau retensi maupun Danau Lido, sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi lingkungan kawasan tersebut.
"Itu jadi buffer zone, sehingga kami juga lakukan pengukuran dari kualitas airnya, baik yang ada di danau retensi tadi maupun yang ada di Danau Lido secara berkala," lanjut Syaiful.
Festival Rakyat Danau Lido sendiri merupakan hasil kolaborasi masyarakat setempat, Pemerintah Kecamatan Cigombong, Pemerintah Desa Watesjaya, Bhumi Pasar Hijau, Danone Indonesia, dan KEK MNC Lido City.
Syaiful menegaskan, pihaknya siap mendukung apabila festival tersebut berkembang menjadi agenda pariwisata tahunan. Dukungan juga terbuka untuk berbagai kegiatan lain yang bertujuan menjaga kelestarian Danau Lido.
"Untuk kegiatan ini pastinya KEK MNC Lido City sangat mendukung dan bahkan kami sangat support jika memang kegiatan ini akan berlangsung setiap tahun. Juga kegiatan-kegiatan lain yang memang untuk melestarikan Danau Lido, kami pasti akan support," pungkasnya.
Melalui festival ini, Danau Lido menawarkan lebih dari sekadar pemandangan alam. Kreativitas warga, kekayaan budaya, hasil perikanan, dan kegiatan edukasi lingkungan menjadi bagian dari pengalaman wisata yang mempertemukan pengunjung dengan kehidupan masyarakat Cigombong.
Editor: Muhammad Sukardi