Menpar Ungkap JCWF 2025 Raup Rp6,1 Miliar dan Datangkan Ribuan Pengunjung
Melihat hasil tersebut, JCWF kembali digelar pada 6–8 November 2026 di Loman Park Hotel Yogyakarta. Festival ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Yogyakarta sebagai destinasi wisata kebugaran berbasis budaya atau cultural wellness.
Widiyanti mengatakan, JCWF memiliki peran penting dalam memperkenalkan tradisi kebugaran Nusantara kepada wisatawan. Kekayaan budaya Indonesia dinilai menjadi modal untuk menghadirkan pengalaman wellness yang berbeda dibandingkan destinasi lain di dunia.
"Kami menyambut baik kontribusi festival ini dalam memperkenalkan tradisi kebugaran Nusantara, sekaligus memperkuat daya tarik Yogyakarta sebagai destinasi wisata kebugaran berbasis budaya, atau cultural wellness," ujarnya.
Potensi wisata kebugaran ini juga didukung tren perjalanan global. Berdasarkan data Global Wellness Institute, pengeluaran global untuk wellness tourism mencapai USD893,9 miliar pada 2024 atau meningkat 13,8 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara di kawasan Asia Pasifik, tercatat 562,7 juta perjalanan wellness tourism dengan total pengeluaran mencapai USD215 miliar.