Nicholas Saputra Kagum Mahasiswa Sekarang Tak Hanya Pintar, tapi Mau Turun Membangun Desa
"Ketika Cinta Laura bertanya, aku untuk maneuvering jawaban ke arah yang lebih sederhana itu sulit banget," ungkap Sam.
Sementara itu, ilmuwan sekaligus wirausahawan sosial Tri Mumpuni yang juga menjadi panelis menilai keberhasilan sebuah proposal tidak hanya ditentukan oleh kreativitas ide. Menurutnya, yang terpenting adalah sejauh mana gagasan tersebut realistis dan dapat diterapkan di tengah masyarakat.
"Mahasiswa harus bisa merumuskan cara merespons persoalan sosial menjadi sebuah kegiatan konkret yang bisa diimplementasikan di level masyarakat desa. Mereka layak disebut sebagai generasi yang memiliki cara berpikir dengan kemampuan intelektual yang cukup, dan empati yang besar, kemudian berkarya nyata jika bisa memenuhi syarat tersebut," ujar Tri Mumpuni.
Sebanyak empat tim terbaik nantinya akan mendapat kesempatan merealisasikan proposal mereka di empat desa wisata binaan Bakti BCA, yakni Desa Wisata Kreatif Terong di Kabupaten Belitung, Desa Wisata Situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Desa Wisata Patakbanteng di Kabupaten Wonosobo, serta Desa Wisata Kakaskasen Dua di Kota Tomohon.
Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, berharap semangat yang ditunjukkan para finalis dapat terus tumbuh dan melahirkan inovasi yang membawa manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
"Kami sangat terpukau oleh semangat dan perjuangan yang diberikan oleh para finalis. Hal ini membuktikan bahwa generasi muda tidak hanya dapat berpikir kritis, tetapi juga memiliki kepedulian yang besar untuk siap turun tangan memberi dampak nyata. Kami harap semangat ini akan terus tumbuh dan membawa perubahan yang berkelanjutan," tutur Hera.
Editor: Muhammad Sukardi