Pariwisata Bali Dibuka, Pengamat Sebut Hal Ini Bisa Kembalikan Kepercayaan Wisatawan

Siska Permata Sari ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 17:21 WIB
Pariwisata Bali Dibuka, Pengamat Sebut Hal Ini Bisa Kembalikan Kepercayaan Wisatawan

Bali persiapan menyambut wisatawan (Foto : Instagram @thebaliguru)

JAKARTA, iNews.id - Sektor pariwisata sangat terimbas karena adanya pandemi virus corona (Covid-19). Hal serupa turut dirasakan Pulau Dewata, yang mengalami kelesuan di sektor ini sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia.

Setelah mengalami kelesuan sekira tiga bulan, pemerintah daerah di Bali mempunyai rencana untuk membuka kembali tempat-tempat wisata untuk masyarakat lokal di bulan Juli mendatang.

Dengan adanya rencana tersebut, pemerintah daerah, baik provinsi, kota dan kabupaten, disarankan mempersiapkan peraturan matang. Di antaranya membuat dan mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) atau Prosedur Tetap (Protap) dan protokol kesehatan.

Hal tersebut diungkapkan Pengamat sekaligus Rektor Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Denpasar, I Made Sudjana dalam Webinar Leader Talk yang disiarkan langsung di YouTube Official iNews dan iNews Portal, Kamis 25 Juni 2020.

Dia mengatakan, sebelum membuka sektor pariwisata untuk wisatawan domestik dan internasional, pemerintah daerah harus melakukan kerjasama dengan pemerintah pusat maupun stakeholder. Tujuannya untuk meyakinkan wisatawan, Bali betul-betul aman untuk dikunjungi.

“Kerjasama pemerintah daerah dengan pengusaha perlu dilakukan. Terutama untuk standarisasi protokol kesehatan. Bukan di objek wisatanya saja, tetapi termasuk untuk keperluan akomodasi seperti hotel maupun regulasi di airport, dari segi protap dan protokol kesehatan," kata Dr I Made Sudjana dalam webinar tersebut, Kamis (25/6/202).

Dia mengungkapkan, jika seluruh protokol kesehatan sudah diterapkan dengan baik, potensi penularan Covid-19 ini pun kemungkinan dapat diminimalisasi. Hal ini tentunya sejalan dengan terjaminnya kesehatan wisatawan.

Juli, kata dia, juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk membuka pariwisata di Bali. Asalkan, segala SOP atau protap, hingga protokol kesehatan dijalankan dengan benar, baik oleh pemerintah itu sendiri, pengusaha, wisatawan dan masyarakat.

“Bulan Juli memang waktu yang tepat sekali, tetapi seperti yang Pak Wagub sampaikan, memang harus bertahap,” ujarnya.

Editor : Vien Dimyati