Pelaku Parekraf Manfaatkan Platform Digital untuk Komunikasi Kepariwisataan
Peneliti Media Digital dan Komunikasi, Detta Rahmawan, mengatakan copywriting dalam komunikasi krisis sangat diperlukan. Sebab hal tersebut akan berpengaruh terhadap reaksi netizen di media sosial.
"Kita harus bisa menulis dengan menggunakan tone komunikasi yang tepat, humanis empati, dan menyampaikan harapan. Kita juga bisa memberikan gambaran pesan yang tulus, tidak berlebihan atau dibuat-buat. Jadi bisa menggunakan pesan yang singkat, padat, mudah diingat, dan hindari jargon yang kaku. Penting sekali untuk selalu memperhitungkan reaksi dari khalayak," ujar Detta.
Detta juga menjelaskan, untuk memudahkan penyelesaian konteks krisis hingga menentukan strategi komunikasi yang tepat, juga diperlukan penelusuran perbincangan digital. Caranya dengan menggunakan aplikasi untuk monitoring media sosial, berita online.
"Ada platform-platform analisis yang bisa membantu kita yang dapat mempelajari perbincangan-perbincangan yang ada di dunia digital. Media sosial bisa kita gunakan untuk strategi komunikasi kita ke depannya, terutama dalam hal krisis. Kenapa? karena dalam krisis komunikasi itu kadang-kadang apa yang menjadi krisis itu bisa dimulai dibicarakan oleh banyak orang luar sana dan kemudian kita bisa menangkap itu," ujar Detta.