Mengenal Ratu Boko di Yogyakarta, Istana Megah di Atas Bukit Paling Ditakuti pada Masanya
JAKARTA, iNews.id - Kawasan wisata Ratu Boko merupakan salah satu tujuan wisata di Yogyakarta yang dapat dikunjungi selain Candi Prambanan. Tempatnya yang berada di dataran tinggi, menawarkan pemandangan hijau serta indahnya bangunan Candi Ratu Boko.
Candi Ratu Boko adalah kompleks istana megah yang dibangun pada abad ke-8. Konstruksi bangunan ini pertama kali dimulai di bawah Dinasti Syailendra Buddha. Kemudian, raja-raja Mataram Hindu mengambil alih, menjadikan Istana Ratu Boko gabungan dari pengaruh arsitektur Buddha dan Hindu.
Di balik kemegahan dan keindahan kompleks Ratu Boko, ada pula legenda menakutkan yang menarik untuk diketahui wisatawan. Penasaran, apa saja daya tarik yang tersembunyi di Ratu Boko? Berikut ulasannya dirangkum pada Kamis (20/10/2022).
Sejarah Candi Ratu Boko
Ratu Boko terletak sekitar 3 km ke arah selatan dari Candi Prambanan. Kawasan Ratu Boko berlokasi di atas bukit dengan ketinggian 195.97 mdpl. Situs Ratu Boko sebenarnya bukan candi, melainkan reruntuhan kerajaan. Oleh karena itu, Candi Ratu Boko sering disebut juga Keraton Ratu Boko. Disebut Keraton Boko, karena menurut legenda situs tersebut merupakan istana Ratu Boko, ayah dari Lara Jonggrang.
Dikutip dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta, berdasarkan sumber prasasti, kawasan ini pada masa lalu bernama Walaing. Prasasti tertua yang ditemukan pada 792 Masehi, berisi tentang peringatan pendirian Abhayagiriwihara oleh Rakai Panangkaran. Berdasarkan struktur bangunan dan prasasti-prasasti yang ditemukan, semula kompleks bangunan di Boko merupakan vihara untuk pendeta Buddha yang bernama Abhayagiri.