Riza Marlon: Fotografer Satwa Tak Semudah yang Dibayangkan
JAKARTA, iNews.id - Riza Marlon telah menjelajahi 22 tempat selama tujuh tahun untuk menghasilkan karya foto terbaik dalam buku ketiganya. Ia mengungkapkan, tidak mudah untuk menjadi fotografer satwa.
Orang selalu beranggapan fotografi satwa terlihat mudah. Datang ke hutan, lalu mengambil gambar. Padahal kenyataannya, kadang binatang yang ingin difoto berada sangat jauh dan sulit ditemui.
"Tidak semudah yang dibayangkan seperti di Afrika atau Brasil yang bisa foto, tinggal ikut tur langsung motret," ungkap Riza di Perpustakaan Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (14/3/2018).
Riza mangaku, dirinya harus mengunjungi tempat yang sama untuk keempat kalinya agar mendapatkan satwa yang ingin difoto. Riza biasa tidur di tenda dan menginap sampai dua Minggu dalam hutan.
Rute yang harus dilalui juga tak kalah sulit. Riza harus mengarungi sungai, mendaki, dan lainnya. Namun, Riza mengaku sangat menikmati pekerjaannya.
"Kerja dengan senang, passion, mendokumentasi satwa liar harus punya ketertarikan," kata Riza.
Riza Marlon baru saja meluncurkan buku ketiganya yang berjudul Wallace's Living Legacy. Pada tahun 2010, Riza meluncurkan buku pertamanya yang berjudul Living Treasure of Indonesia. Sedangkan buku keduanya diluncurkan pada 2014 dengan judul Panduan Visual dan Identifikasi Lapangan: 107+ Ular Indonesia.
Buku Wallace's Living Legacy memuat lebih dari 200 foto satwa yang sebagian besar merupakan satwa endemik, yaitu satwa yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia.
Editor: Tuty Ocktaviany